Sabtu, 21 November 2015

Mengahadapi Ujian Nasional CBT 2016


https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTnBeVtTsUYNaYAfpmEL4_jJnWIOPpk9cA2RjjLrQmgx5SXfmV3


PELAKSANAAN Ujian Nasional (UN) tahun 2016 untuk tingkat SMA/sederajat berlangsung pada tiga kali yakni pada 22 Februari, 4 April dan Juni hingga September. Seperti yang sudah diberitakan diberbagai media, bahwa tahun 2016 ini merupakan tahun kedua dilaksanakannya Ujian Nasional berbasis komputer atau computer based test (CBT). Ujian Nasional berbasis komputer (CBT) yang baru dilangsungkan pada tahun 2016 ini diadakan di 25 provinsi se-Indonesia.
Keputusan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer ini mendapatkan penilaian dadakan sejak diluncurkan bulan februari lalu. Seperti yang diungkapkan oleh Asisten Ombudsman RI Bidang Penyelesaian Laporan, Zainal Muttaqin bahwa UN-CBT belum meng-cover terkait antisipasi hal teknis di lapangan. Misalnya bagaimana persoalan siswa yang sakit dan di rumah sakit tidak bisa menggunakan komputer, kemudian mati lampu dan antisipasi UN susulannya (kaltengpos.web.id).
Selain itu, dilihat dari telah berlangsungnya hari-hari ujian nasional ternyata didapatkan kendala dari berbagai daerah dalam pelaksanaan UN-CBT tersebut. Terdapat beberapa daerah yang mengalami masalah dalam pelaksanaan UN-CBT ini diantaraya karena tidak bisa log in saat akan mengerjakan UN. “Harusnya mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan kita juga sudah dikasih passwordnya. Tapi pas mau log in gak bisa, selalu ditolak,” ungkap salah satu siswa dari SMKN 3 Kasihan (news.detik.com).
Ketua dewan pakar Indonesia Information Communication Telematics Forum (IIF), Teguh Prasetya mengatakan, ada delapan kendala pelaksanaan UN-CBT diantaranya jumlah komputer, jaringan komputer LAN, server lokal, server pusat, jaringan internet/WAN, sosialisasi murid pengguna, sosialisasi guru/pengawas dan terakhir hambatan audit keseluruhan sistem termasuk keamanannya. (republika.co.id).
Berbagai hambatan dan kendala yang terjadi pada pelaksanaan UN ini menunjukkan banyak ketidaksiapan pemerintah dalam mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi serta minimnya pemberian bekal bagi para guru ataupun siswa sebagai peserta UN tersebut. Dikatakan berbagai alasan pemerintah menyetujui pelaksanaan UN-CBT ini, diantaranya seperti yang diungkapkan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa efisiensi anggaran untuk UN-CBT mencapai 30%. (sloops.com).
Sementara itu, disebutkan juga alasan dilaksanannya UN-CBT ini dapat mengurangi tindak kebocoran soal-soal UN, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Namun apakah dengan pelaksnaan UN-CBT ini dapat memaksimalkan capaian kualitas dari output pendidikan?
Pada kenyataannya pelaksanaan ujian nasional dari tahun ke tahun baik itu ketika masih dijadikan satu-satunya syarat kelulusan ataupun saat ini tidak lagi menjadi satu-satunya syarat kelulusan, output peserta didik tetaplah tidak mencirikan keberhasilan yang sesuai dengan hasil yang didapatkan. Kecurangan demi kecurangan selalu terjadi, pembelian jawaban, bocoran soal-soal ataupun oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan agenda ujian nasional masih berpeluang untuk terjadi.
Generasi-generasi yang dikeluarkan oleh pendidikan saat ini juga tetaplah generasi yang tidak memiliki kepribadian islam. Banyak sudah didapati bagaimana para generasi muda itu dalam mengekspresikan kebahagiaan akan kelulusan UN dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya untuk dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan ujian nasional yang selalu ditempatkan sebagai ujian akhir dari jenjang pendidikan baik itu SMP atau SMA tidaklah layak menjadi standar bagi keberhasilan sosok peserta didik yang menjadi output pendidikan, baik itu dari sisi intelektual ataupun kepribadian.
Gambaran dunia pendidikan serta beragam masalah yang menimpa dunia pendidikan yang sudah disebutkan di atas bersumber dari satu penyebab yang sama, yakni karena diterapkannya sistem kapitalis-sekuler, yang menjadikan materi sebagai kebahagiaan tertinggi serta diiringi dengan paham memisahkan agama dari sisi kehidupan.
Penerapan sistem kapitalis-sekuler tidak menempatkan pendidikan sebagai sarana untuk membina dan mengokohkan keimanan dan ketakwaan peserta didik sehingga menghasilkan generas-generasi mulia berkepribadian islam, namun menjadikan pendidikan sebagai peluang untuk memperoleh sebanyak-banyaknya keuntungan berupa materi. Bahkan pendidikan dibawah sistem kapitalis-sekuler syarat dengan biaya yang tidak sedikit, sehingga mengakibatkan hanya orang-orang yang berduit yang hanya bisa mengenyam pendidikan.

Cyber World Perkaya Nilai Belajar

http://www.savisofhalton.org/wp-content/uploads/e-learning.jpg



MEROKETNYA perkembangan Information-Communication and Technology (ICT) atau yang dikenal dengan sebutan tekhnologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak yang sangat positif khususnya pada kemajuan dunia pendidikan dewasa ini. Paradigma sistem pendidikan yang semula berbasis konvensional dengan mengandalkan tatap muka saja, beralih menjadi sistem pendidikan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dengan sentuhan cyber world (dunia maya) yang dikenal dengan istilah e-learning.
E-learning didefinisikan sebagai usaha untuk sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada disekolah ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet (Sukoco, 2012). Dengan kata lain, e-learning merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kemudahan dalam mengakses informasi bagi para pelaku pendidikan khususnya siswa guna memperkaya nilai belajarnya.
Nilai belajar yang dimaksudkan disini merujuk kepada makna belajar siswa. Bagaimana siswa memiliki nilai/makna belajar yang bisa meningkatkan kualitas pengetahuan dan pengembangan dirinya, bukan hanya semata-mata untuk nilai hitam diatas putih.
Dunia cyber menawarkan banyak informasi untuk diserap oleh siswa. Pada mata pelajaran bahasa inggris misalnya, siswa dapat mengakses video atau audio untuk meningkatkan kemampuan listening atau pronounciation-nya dari native speaker sehingga siswa tidak hanya belajar bahasa namun juga bisa belajar nilai-nilai kebudayaan asing untuk memperluas khazanah pengetahuan dan pemahaman kebudayaannya.
Untuk menambah wawasan pengetahuan yang paling mutakhir, siswa juga bisa mengakses jurnal-jurnal ilmiah baik yang berstandart nasional atau internasional secara cepat dan mudah. Hal ini menjadikan wawasan mereka tidak hanya ditingkat lokal namun berskala internasional yang tentunya berpengaruh kepada perkembangan kecerdasan intelegensi dan psikologisnya.
Kebermaknaan belajar siswa melalui e-learning juga bisa dilihat dari intensitas hubungan interaksi guru dan siswa yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan tetap adanya interaksi ini guru tidak kehilangan prinsip-prinsip pedagogisnya meskipun dalam konteks dunia cyber.
Hal ini senada dengan pernyataan Bates dan Wulf (1996) dalam Wijaya (2012) mengatakan bahwa pembelajaran e-learning juga memiliki kelebihan sebagai berikut (i) meningkatkan interaksi pembelajaran (enhance interactivity), (ii) mempermudah interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place Flexibility) (iii) memiliki Jangkauan yang lebih luas (potential to reach a global audience) dan (iv) mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of contents as well as achievable).
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dunia cyber juga memberikan penawaran informasi yang tidak mendidik kepada siswa, seperti halnya video-video kekerasan atau yang berbau pornography, sehingga harus ada kontrol baik dari orang tua ataupun guru. Untuk melakukan kontrol tersebut, tentunya guru dituntut untuk terus mengikuti perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi.
Sampai saat ini dunia masih memerlukan para guru dengan jumlah yang lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik. Dalam penelitian Wijaya (2012) konferensi Dakar mengungkapkan bahwa masih ada 100 juta anak-anak yang putus sekolah, mereka memerlukan para guru seiring
dengan target dunia untuk pendidikan di tahun 2015.
Cyber world (dunia maya) benar-benar sudah menawarkan sense yang berbeda dalam dunia pendidikan, tinggal bagaimana pendidik (guru) mengarahkan siswa menggunakan fasilitas ini dalam proses belajar yang lebih bermakna.

Jumat, 20 November 2015

Kurikulum 2013 Kurikulum Pendidikan Indonesa






PERGANTIAN kurikulum pendidikan sudah beberapa kali dilakukan oleh pemerintah semenjak era reformasi, mulai dari KBK 2004, KTSP 2006, dan terakhir adalah penerapan KTSP bersamaan dengan Kurtilas (Kurikulum 2013) yang nampaknya belum mampu berjalan secara efektif dan menuai pro-kontra.
Beberapa pergantian kurikulum tersebut, meskipun diharapkan mampu memperbaiki karakter bangsa, faktanya tidak mampu membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Pasalnya, dari beberapa kurikulum yang pernah diterapkan, semuanya memiliki hakikat yang sama; sama-sama sekuler dan liberal.
Aspek sekuler sangat terasa dalam azas kurikulum. Pemberian mata pelajaran agama yang minim dan parsial, tidak ditumbuhkannya kesadaran mempelajari mata pelajaran umum untuk kemajuan umat, dan tidak adanya penekanan hukum agama untuk mengatur seluruh aspek kehidupan, nyatanya telah gagal mewujudkan manusia yang bertakwa sekaligus mampu menjawab tantangan kehidupan sebagaimana yang diharapkan dari sebuah proses pendidikan.
Sementara aspek liberal sangat terasa dalam konten materi, semisal gagasan sinkretisme dan pluralisme, materi kesehatan reproduksi liberal, materi pacaran sehat pada Penjaskes, serta adanya teks dan ilustrasi yang tak pantas untuk peserta didik. Selain itu, aspek liberal juga terlihat dari tata kelola pendidikan yang dijadikan sebagai lahan bisnis. Semua itu makin diperparah dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Akibatnya, selain biaya pendidikan semakin mahal juga menjadikan pemerintah lepas tanggung jawab dari kewajibannya sebagai penyelenggara pendidikan.
Makanya tak aneh, meskipun pergantian kurikulum berulang kali dilakukan, namun tawuran antarpelajar, Bullying, kriminalitas pada tingkat sekolah dasar dan menengah, serta pergaulan bebas mulai pacaran hingga seks bebas tak pernah luput dari pemberitaan media. Contohnya seperti di-droup outnya lima siswi di Kalimantan Barat lantaran hamil di luar nikah. (tribunnews.com)
Oleh karena itu, untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang baik, azas kurikulum pendidikan tidak boleh sekuler dan liberal. Azas kurikulum haruslah disandarkan kepada kebenaran dan kebaikan mutlak, yaitu aqidah islam yang hanya bisa diwujudkan dengan sistem pendidikan Khilafah. Pasalnya, sistem pendidikan Khilafah dalam implementasinya sudah pasti akan menanamkan tsaqâfah Islam sebagai sistem keyakinan, pemikiran dan perilaku, di samping tidak adanya dikotomi antara pendidikan agama dan umum. Sehingga semua itu meniscayakan sistem pendidikan Khilafah akan mampu melahirkan generasi bertakwa yang kompeten dalam Iptek dan ilmu kehidupan lainnya.
Sejarah mencatat, sistem pendidikan Khilafah telah terbukti mencetak generasi-generasi mumpuni dengan berbagai karyanya yang bermanfaat bagi kemashlahatan umat. Di masa Umayyah, ada Abu al Qasim Abbas Ibn Farnas, ahli kimia. Ada Abu al Qasim al Zahrawi, dokter bedah, perintis ilmu penyakit telinga, pelopor ilmu penyakit kulit, yang di Barat dikenal dengan Abulcasis. Karyanya berjudul al Tashrif li man ‘Ajaza ‘an al Ta’lif, dimana pada abad XII telah diterjemahkan oleh Gerard of Cremona dan dicetak ulang di Genoa (1497M), Basle (1541 M) dan di Oxford (1778 M) buku tersebut menjadi rujukan di universitas-universitas di Eropa. Masih banyak ilmuwan-ilmuwan besar yang lahir dari peradaban Islam. Wallâh a’lam bi ash-shawâb.

Pendidikan Karakter itu Penting!!


Sebelum kita membahas topik ini lebih jauh lagi saya akan memberikan data dan fakta berikut:
  • 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011
  • 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011
  • 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI
  • Kasus korupsi terjadi diberbagai lembaga seperti KPU,KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM
Sumber : Litbang Kompas
Kini setelah membaca fakta diatas, apa yang ada dipikran anda? Cobalah melihat lebih ke atas sedikit, lebih tepatnya judul artikel ini. Yah, itu adalah usulan saya untuk beberapa kasus yang membuat hati di dada kita “terhentak” membaca kelakuan para pejabat Negara. Pendidikan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi dirumah dan di lingkungan sosial. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup Bangsa ini.
Bayangkan apa persaingan yang muncul ditahun 2021? Yang jelas itu akan menjadi beban kita dan orangtua masa kini. Saat itu, anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan Negara di Dunia. Bahkan kita yang masih akan berkarya ditahun tersebut akan merasakan perasaan yang sama. Tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2021 tentunya membutuhkan good character.
Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient.
Bagaimana dengan bangsa kita? Bagaimana dengan penerus orang-orang yang sekarang sedang duduk dikursi penting pemerintahan negara ini dan yang duduk di kursi penting yang mengelola roda perekonomian negara ini? Apakah mereka sudah menunjukan kualitas karakter yang baik dan melegakan hati kita? Bisakah kita percaya, kelak tongkat estafet kita serahkan pada mereka, maka mereka mampu menjalankan dengan baik atau justru sebaliknya?
Dari sudut pandang psikologis, saya melihat terjadi penurunan kulaitas “usia psikologis” pada anak yang berusia 21 tahun pada tahun 20011, dengan anak yang berumur 21 pada tahun 2001. Maksud usia psikologis adalah usia kedewasaan, usia kelayakan dan kepantasan yang berbanding lurus dengan usia biologis. Jika anak sekarang usia 21 tahun seakan mereka seperti berumur 12 atau 11 tahun. Maaf jika ini mengejutkan dan menyakitkan.
Walau tidak semua, tetapi kebanyakan saya temui memiliki kecenderungan seperti itu. Saya berulangkali bekerjasama dengan anak usia tersebut dan hasilnya kurang maksimal. Saya tidak “kapok” ber ulang-ulang bekerja sama dengan mereka. Dan secara tidak sengaja saya menemukan pola ini cenderung berulang, saya amati dan evaluasi perilaku dan karakter mereka. Kembali lagi ingat, disekolah pada umumnya tidak diberikan pendidikan untuk mengatasi persaingan pada dunia kerja. Sehingga ada survey yang mengatakan rata-rata setelah sekolah seorang anak perlu 5-7 tahun beradaptasi dengan dunia kerja dan rata-rata dalam 5-7 tahun tersebut pindah kerja sampai 3-5 kali. Hmm.. dan proses seperti ini sering disebut dengan proses mencari jati diri. Pertanyaan saya mencari “diri” itu didalam diri atau diluar diri? “saya cocoknya kerja apa ya? Coba kerjain ini lah” lalu kalau tidak cocok pindah ke lainnya. Kenapa tidak diajarkan disekolah, agar proses anak menjalani kehidupan  di dunia yang sesungguhnya tidak mengalami hambatan bahkan tidak jarang yang putus asa karena tumbuh perasaan tidak mampu didalam dirinya dan seumur hidup  terpenjara oleh keyakinannya yang salah.

Baiklah kembali lagi ke topik, Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat.
Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Inilah tantangan kita bangsa Indonesia, sanggup?
Theodore Roosevelt mengatakan “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society.” Artinya, mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat.

Kamis, 19 November 2015

Nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan berkarakter

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxQTEhQUEhQWFhQXGBcVGBgYFxgaGxUYFhcXGBYVGxYYHCghGBwlGxUUITEhJSkrLi4uGB8zODMsNygtLisBCgoKDg0OGxAQGywkICQsLCwsLSwsLCwsLCwsLywsLCwsLCwuLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLP/AABEIAKgBKwMBEQACEQEDEQH/xAAcAAEAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAABAUCAwYHAQj/xABLEAACAQIDBAYFBwkGBAcAAAABAgADEQQSIQUGMUETIlFhcYEykZKh0QcjQlJisdIUU1SCk6LB4fAVFjNDc9MXRHLxJKOywsPi4//EABoBAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAABAgMEBQb/xAA0EQACAQIFAgMHBAICAwAAAAAAAQIDEQQSITFRE0EiYZEFFDJScYGhscHh8ELRI/FicpL/2gAMAwEAAhEDEQA/APcYAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgGJcdogmzPpMEHwOO0QTZn0MIIGaAfA47RBNmfSwHGCD4XA4kQTZn0GCAGHaNIJsfMwte4t2wLM+kwQAYADA8IABgAsIAzC9r6wLAsOF9YFgTbjAAYHgYFgzAcTaAlcXgHzMLXuLdsE2ewzjtHrgWYzjtECzAcdogWYzjtHrgWZlBAgCAIAgCAIAgCAIAgHlW2TTbHYjpgxsKZFqRqkWA0sAct+3TxnI8vVeZX+1z3abre5w6U8urveWX/sxqV6n9m1Vctl6S6hjmKqXTKhNzcjU25XkOLVF3LQqU54+Dp221a2bs9Sfuph6XTEoppuqt9Gj5rmTres8ptTil/jY4MXWqSTi6uZX21/crdmY84aq+JW+U1qyVhyKdIQHHepI9fjMI3h4/N3PTrZa6WHe+WLj9bbfcs8JXNtpkHiWNxzvRBvfzmkf8/72OSrde7J/3xEbZu7gfBriFYIclyVGVhp6WdbHjrrcSIUoumn35LYjG1o4uUb3je1nqvQY7aj18JgWqElumpXJ52dgCe8gA+chtypxb5RrSpxpYutGG2WX6Eva+DGI2glN7G9C4JAaxFS17NpwJ9cvOKlVSfBy4etOlgZSg2nmW30MsEKmCxq0FclKlNyy3OUZfRcKScp5af8AYlkqJR2YlN4jBynU+KLVn3d+z5ImAqn8n2l/qVb9/VErH4Z/Vm9Z/wDLhvpH9TRsx2xJwuFY5aaUqbqptaqSou/eEt6HfrK0/FljLZL1NMS3RVWtT1k5NN/Kv55LzfrFgdBhMws3XqZmC3SmLhSx4ZmAHkZrWabUX9zj9nwlGM68U20rR+r/ANIy3G2l81Xw+YMaLHIQQbo1ytiNNNRFB7x4/Qe06bbhWatmWv1W5zW720ThWFcX6N3qpW7B866pVHhYA+I7ZjDwePtd39TvxSWI/wCD/JRi4/8Ayrr7nW7huc2L/wBep9yazej/AJfU832htS/9F+rIW+uJKY/BsAWKriWABAJIp0zYE8LytX44teZtgEnha0W7J5NfuzbuRRNZmxj1AztfN2g/mrHVVXTTnx7JNFJrP3f9sZe0ZShJUErQjt5/+Xnf+DmtsbRFWrWxSuuenUApXcA5KJF+re5zln9XfMZtSvO+q2+x6VCEqShh3F5ZJ5nbvLb00Og33x61sHQqLqrvSa3bf6Nu3lNazUqaf0OH2dCVLFSg90pIqd3jbGUxhwyZQxdbKnSK2gsiEqVUg3bwHESsUuosqt+5pWnL3STqS6l2rPfL93r9ibvrikxGJ6BmUJSS5u4X5ypop1OuRbtbvtzk1bTllb0S/JGC6lCh1YRbcmlov8Vv6/sTNnbXNfZT3PXRHpvrfVVIBv3ix85aEs1IzxFHpY1W2bTX3/0yi2bUbE/kuFYhaYpo6qeFVrG57CEAvk4k8dJlDxZYy2t6nXiW6PVrU9ZOTTfyr+eSZvru+tFOlLZ2ZkW5Vc3FR6Q1OmkvXhHLe2pz+y8TV6qp5nls9Oxnt3Yy4bA1mRgBUAJUKqgWYWvbjbvk1YRjTdlYpgsRVq4uDqSbs3a5juth6XTkqppuqsdFo9mq5ku3rMtTilrlsZYutUknF1nJX21/coHanfEs6EsMRiAGCpYdewJqE5kCk3uB9Kc6UbSbj3ep68nVcqMYVLeCPh11042Z6fuj0n5NTFVizAWzE3zd4J4jsPOddNNRSZ4GLnGdaUoqyvsXMuc4gCAIAgCAIAgCAIBytDdm+Lq1aqhkcLoSCOrwsuXQ+ZlFBKTkbyxEpUo0mtE2/Ulb07C6fDGjSAUXGgIXgQdDlI5dkmcVJWZGHrujUVSO6K3Ymx8bTcdJULJlIsTTtqOPUpKffIjFruy1WvGasoRXmr/u2bdn7sFaNZKgHXd3FzmF3JJB6osupFuznCgkmhVxM6koy2aSSt5EHYm6zUaNencfOXtd83EZbZggsLdt5WNJRTS7mlfGzrTjOSV48epEw+6uKNMUDWJo2y5DVWxHYejpqx9qQqSta7saS9oSc+ooRUudX+ra/Bb7T3VJpUKdOx6N0qGxC6odABlPV5W98vKCaS4OelipwnKe7kmnfzNO2d3MQ1da1FyjKmS6sg0JudHptz590iVO7zXsWo4p06bpuKkm763/AGaN2xd1ai1GrV3z1CLFixZjbgCbAAaDRQOEmNNJ37kVsVOpFQslFdlt/fqasNutUWlik/PMzemD6YsbHJ1dOFwZCppJrkmWLnKUJWXgSS+3Jorblv0NHIctWnlsQ4DKUAUMGykXIUXGWx07IdJNJcFo42aqTnZPNe67O5KTdZ62IqVcRpmCjRgbBRoq9UWBJJOp1k5FmzGbxM+mqa0Sbene/ITdV6WJFSj6OQobsBcE3GZcupB53EZFmzD3mbpdJ6q9/NGWB3TthnouBcs7C5zXzliwJAGhzHwhQSjlFTFTnUVTZq23kSNyd33wiOrG+Zi2rBjcgDiFUW6o5RTpqCsicVipYiSlJJWVtD7vBu+1fE0atrqgqKetbSqoVrjKb6KLWIkuCbT4K08RKFOdNbStf7Feu7VejUrmgerVXKeuAL8BUsUNntzvY8bXlemk213LvFylCMJJPK9H3tx9DbgNyUWiqnR1UAC4K6D6WgzX5+MmMIpWK1cVUqVHUb1buRBulW/JkofRSr0i/OC4AbMBfo+F76Wv3yvSWXKa+/T6rq2V2rfi1/qTcdu04rUa1EANTudGyjrCzKeqbqfLnLOCbT4MqeIlCnKna6l/bow2fudmaq9cnM7s5IYEktbnlFgAAAIjTSv5ipipzUVskrKxqobq1aZxKp6FZQLZha4XLmAydUkcdSL8pCppN+ZaWLnJQTS8Gz7/AHNdXct+gpBDlq08tiHAYFLAMHyWvYWPVsfIQ6SypcFo42aqyqWXi3XZlvvLsepicOiH0gVLWYDVSDxKkcuyTOGZWZlQrujPPFc/kz3i2K9fCdCOJAB1t36Eg/dJnFSjZkUK8qNRVI7ordi7GxtNxnqFksQQTTI1Fvo0VJPnIjBruy9WvGasqcU+Vf8Ads+4DdIhMQrqL1HqVBdr61fTW4UWUjTmdeMKmkmuRUxU5yhLZxSSt5Fxuns+ph6C0qhJyXCksGNuQuFUe6TCOVWKV6zrVHNpJvgupYxEAQBAEAQBAEAQBAEA1166oMzsqr2sQB6zAOc3q3tp4fDtVpNTqEAm4YFVt25TxJ4CQ2Slc/PW2988VjHbpK9QA8FDFU7hlX75Vp9y6tcjUdpVl0NRraek2nhpKtXLk1Nt1wQBUcW4Wc28RYyti90btob4YpQP/E1b8Rao3LzvLJMpKx6BuN8p9R8i4orqMuZtBmudWbXLoNb6S+YzcdLnqmzdq0q6B6Tq4N9VN+BIPqII8pKKE6SBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAIuOxWQAAZnOir2957Bw9YkA8c382tnxDpiah+bAy01sBfMwIIPA2XN35hymbeptFK2h5ltmsW9EEI2lr3vY8D28pMSWiroYaoxOXt7O3hLOSsVUG9jqsPu3WZbta4UHUce8dkxc0bqk+5MwG6zZ1XMqk9ZQSQG43HC3L3xnuT08pcVN36BApVMyVeSlUOc/ZbmJVyZZQK3endnoEzKt+AYagWtrYRGepSULbE/dzemrQpolE66/Nr6TE8sxFxc5eE0zMzcUz2vdfaFWtRV61MU2ta2YFjbQsQBprymqMGXEkgQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEA5/ebaH5Netx+bZUB51L3At4XPgDIZKVz87bc2scRWeo7XdjmLW9/h3TM2WhBwdNmJFie233iQ3YvFNna7u7tksKhGUBeDfSN72PZMXI3jFI6h9nmoCKbBWta9j6svP8A6r28ZVF9ibsTYlWm2aqudgoRLEZQvab63+J7ZZIrJplhizTpreqwprzKDVj5C8m3JC8iFUo0cVTPRMWX0SDf+MhrUh7Hk+1Ni1aOMNEh2Bsy5Lg5dBwHE6+szWOqMJKx6h8m22UoIMPX6SnVVmHz1+DG6rdjcc7HQE6d00izKUT1EGXMz7AEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQDi/lGxnRUy7KxUo1NbcM7kc+R6q+V5Eti0T85YhjbSx8DwEojU6/cRkqHTW3HuPIzGorG9NnqezqRACrz1JPwma1NG0YbS2lQwv+K7MeZ0sL/d4d0vlRVyLPB7QVlDLqpGh/rxh6EWI9VEqXFRFZSCtmFxY+PhJjNIODa1M8HsulRFqKBB2DgPDsHdDaewSOZ+UPY4q0BVCk1KRBBUlWsTY6js0Mi7SJUU3ZmvcnEDE4tKdSoFK00sjDru1Jw5ykqARdVPMix7ZvHU5aiynr00MRAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQBAEAQCNtHBLWplHFwfP3HjAPJRuMuBqOrqmKp1OuL9VqY4WZWNiCQTcHjfSYVNDqpO6LXAbDwt8yUURiOKDKfWOMyTvozWzWqLoDoxr6P1rajx7RD0LRWbY2UMCvWzdfM2Y5rWuLW0t3S0ZNIiUbu5uq4e40HkJWWpK0I1POVZFUDqiztr1je/U0NhpzF5VLQs7E6jwseMukUvqaMTRDXVtVbQwrbEvlHlGC2zQwW0atdnq1KlJyiLlUotNqlq2UA3JC3A77zZaHLPxM932VjlrUlqJezANZhYi4vYjkdZqYEyAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAef754zPi+hCMFp0gzVBpmd2OSkDzsAW7swnJiqkYLXc7sHRlUemxX4WqyEFeP3/AMp5axE07o9mWGpuNrF7hsetQWOh4Fe0do7Z6FKtGovM82tQlSemxhsrFg5qZN2psUPlqp81IMsiHyWytLFGQ69Vr2RbntOij4+AkEwS7mNOg97tUJ7gAB8ZYSlHsjHG4kIpZjYLqZRu2rEIuTsjxZtj4gYjp6qgIzVGLKwNszlrW5HUTGpiYyjZMlp0J2a1Or2dvFVHVWrVUDQDOx4eek5upUW0mepQw8akE5xV/odFgt86yGxYvz6w4Dx4y8MVWj3uRV9lUpLRWLTZfyjUXfJVUrrYMOsD5cZ6VOtdXnoeBWpRjK0HdHbU3BAI1B1E2TuYGUkCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIBUbU2gQSlNgGFsx0JUnUCx7tZyYmu4aRL07X1V0cjtKnULFqpzE/S5fynk1ZTlK8j38JUo5csNPIiN/VvcJkdhHbFZCDzvpb7hNqKeZNGVdpQdzm9n72qcZVYMMrFRob2yi2vfpPTknueZC1sp6JgtrqwFiJKZRxJAxa34j1yLlcrNj7QTgDc9glroOJSbwXZNeJK2HfcH7gZz19IO50YRN1VY5TblcpRe1tfdrxE8+Cuz1KuGhV+Lsc7saobt3GdTijuw9NJa9iW+MY0819X/9Pd5ffLwprNqc3tCvGFF5d3od/sWkmGpKAo6QgX7SbaknsvOadVt6nzeGw7ry8kZ7G32bpnUqGorpccS3O3K39c50UMS6ektj0qnsmMo3g7M7fZe2KVcfNtqOKnQjynp06saiujx6+FqUPjX3LCaHOIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAc1vJvQKBNKmM1W3Pgl+F+090ynVUdDVUpWUmtGeU1cZiaNZqxc52Ny3EN3EfwmMrT3Jsddsfe6lUstYCm3C/FD+HznJOg1sRqndFhtDBoFLhlRQLkk9UDjmvynK6euh30cfKOk9TxjeVXq4io1HEsynqrlNgFt6I7Re+vOehRlkik4nXLDLEJzU/4OXp4WpQe5B8dbeB7J154zR5zoToy8n3R6Hu3iTUAvcHsOl/DtnK2jqtJbnXUMOotc+RMWIzMuUqU0W4I8BqTDnGKuysYTm7JFXjMQahu3DkOzx7551ev1Ntj1MNh+krvc5jeTEBh0Y11A85NKHc9KnS0uyr2JUVGrZiBa3HvE7YxPF9pYhOWWEtO9j7s+p0ww9Nb2GVbdpuMxt4D75pPwptnkN3Oj3l2rYsqGxfqg39Fb6t7z755VON9We9gKWWkrkKliFRAqHgOP3mbKN3dnrwhdXZrp7wCi2ZLtVGoI+j58p2U4Nao8D2ljs8nSh8K/Je7Pxe1cSRUWo1JORZiL9+W2vqtLPEKPc8VpHf7I2qyKFxFVaj82Vcvla+vuk0sZmlZol0J2zWdiH/AG/W7V9n+c9CyOa5sG3632PUfjFhczG36vYnqPxiyFzIbfqfVT3/ABkWJuZjb7/VX1mLC5sXbzfUHrPwiwubk21f6H738osLllhq4cX/AK7pBJugCAIAgCAIAgCAIAgCAUG9O3xh0smtVuH2ftH4Tnr11T0W53YLCOvK72PKK9VzULsxLMSST9K/OcOdvU+teFpVKXTtotvIm0cQrCzeo8DNFJHz+J9mVKWsdUQ8bskHWmbHsPD+U1jM82xCpYrLmpYhDVosAGTpD1bEFSFvKVL7x3NqVDq+FPXt5lfj9g01HS4Ms1P6SXLPSPbrqV8eHhwinXzaT3M50p03lkrEQY7MOsqG39ec2ceCFLQ3bKeorA0kYrcEqqkiwFjYa2mFammr3O/DYxLwzOhwePSqOvbMAQQwF1YHmDwnDLqLk9eNKMldIsDtCmo434aLyt7pnklI2jRlxYj1sa76KMo7TxM3hQ7sxqYnD0N3mfCKTE1EpuAx14958p2Rpnk4r2hUrO2y4K3ZGGOJxz0kIXOMwLdijXQcTblNJPpxuzznI73YOy6GAWsW6zISM54sr9ZQq3sNSV07Jw1KsqhNKnKpJKKOK2091RifnKtUALf0EGtvuk0o6tLsj6VTVJRiyFj8SdEXTtPOdNOmt2ceO9puadOlouTrd2t21pKK+KFgLFaZ435F+/u9cxrYjtE8enTlUlliWm195jaw0B4AcT4zkScme1QwFOl4palLs7bNTpVAyFmIVQ7kasbA6CduHUacryRfGwdWi1TaXJ1T4HaQP+Dhz4Vm/ik9JV48M+Z6UvI+DD7R/RqXlW/+knrw8x0Z+RkKe0OeFTyqj8MdaHmOlPyNgGN54Q+VRY60COlIFsYP+Tb9on4o6sB05AVsXzwVT26f4pPVgOnM2Ji8QOOEqjwNM/8Avjqw5GSfBfbG2xlKrVp1KebqXdRa9+r1lJtxtr3Rni9mMslujqJJAgCAIAgCAIAgCAIBpxmJFNGduA999APMkSG7K4PONtDPUqZuJa4/h8J4NWbc2z6bAyXSi0UlTD8mEKXB6UZ8EavhbcDNVPk2jV5IxrODlGvd4ay6nYwxGFw9RZpL0PuBelWstUceDjRhfgQf4G4lJucJXPNq4SnOmp0e2xA2jgqmGrZQ+V7ZqdRf8xL8xzsdCPMcRLpqUb9jai4Y2llnpJF5sDetM+TFU1pueDhQVft1tcHuMznFpXTujzK3s6rGVkdBV3jpobWa3LgPdObNcL2XVe7RU7fwuHxfXylaw4ODYsPqsRxE2hWcdHsb08HXp/DM5A45qDFHVtOOa2Yd9xow7xO6MYyV4nHXqVs1qjZnU28zaU11P6x8gJfIu5zXLDY+6NTEN0mJz015cAz91j6I8RMauIUFaJRs6TC7Lp0GvQokuuhYC5buLn7rzkbq1TaNJuzehB2rsjE16+ZqfVAAJLABrXIAGp0udbczNIUJpanr069ClG0Tk9p7o40V6dRFUgHXriy9uh14dk6qVoxakc+KqRqtZH6kt938jh2qsrKQbBALW1GrHumEsQ14cohgIy1zEzG7XzWDEtbXiTr2m2k5sp3UqFOl8O5V47DmtfJUKPxAvdGHZ2j+tJ0Uaqho0edj6U4vNdtEHdpH/LqFKqLMKit3EKb/AHgTujlkro86NRx2P0Y3GULAGAfbwADAsMwgWMM8A+FpIKne6/5K9vS6uX/qzC3vtL0/iRWex1YnSc59gCAIAgCAIAgCAIBB2yoNF1POwFgT1rjLoPtWlZK6aCOGp1UxC5lNmBKkHirDRkYciDeeHUg07M78NiXR07GqrQYDVbju1ExaaPWp4qnLaRArYdOenn/CTmZ1xqvsyHtDBZcNXqUrLlU3c6ltdQDy095mtHxTVzixuLyrKt2c1gagWmlyBbW/YDqdfVOuur7GHs6pKLfy9yu3u3qp1fydKN2akWLPyIb6IPMfAS1DDuMXm7mEcS4YnqQ2Kvam2c1LKoucwPDhbW4PKTCjaWp62LxsZU1kV2bm2y1SkM2bMLazPoqMjSnXUoeZdbvHGViBSpVHX6/BR+u2nvk+65tkZzxtOn8R0uK3fxhtmoq9uBz0zbybj4GSsJUjsc9TG4SosskyRhKOOp8MGnivRLfyDaSk8LVZwSp4W+k36EvD18a7hXoPTXUlrZuHIEHiZSOEnfVFlDCx1Urs6DZmIzIPm3BFwbgDgeI14TritLGU1qS82mtvLWSyqRQbVxIWZs0Ryu0seG0PHh5GZVIZkdVCo4S0OWxleza+9v4CZRjod8nqYpjCFBBsQdLdknLqY11npNE3A0a1XFUvydgtZlyI7cFOYG50P1bCdmEaSaZ85JPsdsdhbf8A06l7v9udGalwTlqcmLbB3g/TaQ8D/wDnJUqPBGWpyYHYG8H6dT9of7UZqXBGWpyF3e2/zxqeVT+BpRmpcDLU5Nn9g7e/TE9sf7UZqXAtU5MTsHeAcMXT82B/+OM1LgWqcnwbC3g54ymPAg/eojNS4Jy1OS/2DhcTSyDabtVvUUKVZcue4KZkCg2v3nlJi4N+FBqaWp6DRqhhdTcajzBsR65coZwBAEAQBAEAQBAEAGAeXfKphsNhycTTqvRxj26tOxFe2gaojaWH19DpzmFaMGvEb0oSnojgsLv/AIoLZqVNz23I9wM45UKfZs293kK2+2Mb0KVJfbb+Mr0aXLLLDy5KvaG3cZWGSqyhLglApAJGuvM+F5pBU4/Ciyw+urNS0mZuu1+wcvVKzloelQhFxykt91qlbI2Hps7MSCFGgtzLGwXzMmlKU9EczyU52k7HWbL+SxmA/KagQcctOzN7R6o9RnTDDu95MrX9oU7Zaav5s7DZW5WDoWy0QzD6VTrnxsdB5CbqlFdjhni6slZvQvujl7GGYxNOLEXNL0W5Q0LmpkfsMgsmQ2NRdMpt3KSbTFwsdCmnufFqc7N3ljY+o8PVMmmXTKDb9UWNrk9wJ9wlLM0uluzisRs7FVHtTw1QrpdiAuncHIPrl+lK2ghVgpasq9uYOpSJNQqjccmdC3spcjztM40LfEdbxSn8CbOfbFVDy9ZllCC7mU6lVrRHcbjVFomjXxLKgNQG50AVeH3EzeFNKPh7nlzeWVmerf372d+l0vWfhKdKfBPVhyfDv/s4f85S9Z+EnpT4J6kOTE/KFs39MpfvfCOjPgdSPJ8/4i7M/TKf734Y6M+CM8R/xI2Z+l0/3vwyejPgZ4nz/iNsz9Mp/vfhkdGfAzxM0+UDZzkKuLpkngBmuf3Y6U+CepE24zHpiVpigWe9SmwYI+XKGBLZitrWHbLQg09SJSTWh19E3F5sYs2QBAEAQBAEAQBAEA14iqFVmPAAk+AkMlbnhO1tnvjMQ9esT1j1V+qg0VfV95nmVsRd6HpU2oxsjbT2dSpCwC+QF5yObZrGlUnsaaijkJFzpjhH3Zuw2EoujrXqLTB4HIzkd4AFvfN6Ki3dysZV6E4PwK5ebF2fsimAelSqw51jpp9ggKPVPRSoLdr7nE3id0mvodTQ2/g/RTEULDgA6i3kJuqlPs0c8qNVayizf/a+H/PU/aEtmXJnklwbKe0aLejWpH9dfjJuiMr4Jai/Cx8NZJFjLo+6LA+dHIsQfOiiwHQmLE3MGw5iwuUm2trUMODne7fUXVvP6vnM5ThHdm1OlOeyPMd4t6MTXuqE0qf1UNmI+0/H1WnNOu3sdtPCpPXU46tS1Pj2zBSudrjbRGPQacJOZlZJZWejbk7q0cfh3bEtUOSoFChyFsEUjTzM6Y4idjyJ0Y3OiT5LsAPov5tHXmV6UTavyZYD6je2Y60x0om2n8nOBXgrj9dvjHWmOnE3PuBgjxVvbYfcY60x04in8n2CH0G9tvjHWkOnHg2DcPB/UPtN8ZHVnyT048GP9wsECGWmQw1BDG4I4HjHVnyR048E7dlyoq0CbiiwVT9llzAadhvN4ybV2UaszrML6IlirNsECAIAgCAIAgCAIBXbwVitByqhjoLEE3DEA+jrwMpUbUbo0pRUpJM80r4Gq3BSvgj/AAnmSot62PUpOEHyRTsar2H2H+Ep0WdXva8jS+wqx+t7D/COi+C3vi8iOd3K32vYf4S3TfA96Xl6mv8Au3WtbW3+m/4YtLgzdSL7r1MTu7V4BT+zf4SMr4KuUX3/ACYf3drdja/YqfCTeXH4ItDlfg+Ju/WHJ/2b/CG5cP8AJaPTXdG8bKrjgr+S1PhK3n5/k0zw8vwbVw2KHAVf/N+EjNU7X/JLnT4j+Dar40cDiB4dL8Jfq1V3foyP+B9o/gzXGbRB0qYjwKsfvWWWJq+fp/Bm6WHfaPqWFDbmPXiKreKH8Mt73V4fp/Bk8NQfHqbMRtvGsuUpUsexSD61UGJYmq90/QiOGop3TXqUGIwVVzrQcfqt8Jlnlw/RnRaHK9SO2xah/wAmp7DfCVlKXD9GWi4LuvVEZt2mP+VV9hvhIUpcP0ZbPDlep8G7DfmqvsN8JOaXD9GZzySVrr1L/d6ri8JTNOnSuGbMc1J73sByI7Jt1na2V/n/AEcrw0PnX4LYbw438yv7Kp+KOs/lf9+xHu0PnX4MhvDjfzK/sqn4pPVl8r/v2Hu0PnX4MhvDjfzK/s6n4pPVfyv+/Yj3aPzr8GR2/jfzKfs6sdR/L/fQj3ePzL8GS7exn5pP2dWTnfyj3eHzfoZrt3GH/KT2KojO/lHu8fmMv7axhH+Gg/Uqyc74I93j8xq2Xi69LpC1EM1Rs7H5xeACgAZDoAO3nNY1mlbKUeGjf4v0O82JXZ6KMy5Sb3Gump7QD7p0wlmVziqRyyaROliggCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAIAgCAf/Z

Ada 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas.  Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.
18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.