Himpunan Mahasiswa Islam
Koordinator Komisariat
Universitas Indonesia-Politeknik Negeri
Jakarta
Disampaikan oleh Rachmat P Hadi
Wibowo (Ketua) dan Nadia Dema Devina (Wakil Ketua)
pada 9 Jummadil Akhir 1437 H atau bertepatan
dengan 18 Maret 2016
dalam Musyawarah Koordinator
Komisariat (MUSKOM)
Universitas Indonesia - Politeknik
Negeri Jakarta
“KEWAJIBAN
SETIAP KADER ADALAH MENGKADER DAN DIKADER”
Assalamualaikum.
Wr. Wb.
Yang Terhormat,
Majelis Pengawas
dan Konsultasi Pengurus Koorkom
Ketua Umum HMI Koorkom
Pengurus HMI Koorkom
Pengurus
Komisariat di bawah naungan HMI Koorkom
Seluruh Kader
HMI
Kaderisasi
adalah harga mati bagi semua Organisasi yang ingin tetap mempertahankan
eksistensinya, tanpa adanya kaderisasi sudah dapat dipastikan organisasi akan
mati dan hanya tinggal sejarah, dalam ikhtiar terus melanjukan roda organisasi
dan meneruskan mission HMI, diperlukan sebuah sistem
perkaderan yang masif dan juga realisasi yang sesuai dengan sistem yang
dibangun. Sebagai bidang yang bertanggung jawab
atas pembinaan anggota secara sistemasis, kami mencoba untuk menginventarisir
problem pembinaan di Koorkom UI-PNJ, Kemudian memformulasikan problem solving tersebut dan merealisasikannya dalam bentuk program kerja yang tersistematis
dan terkonsep.
Beberapa problem yang terinventarisasi adalah semakin
minimnya mahasiswa UI-PNJ yang ingin ber-HMI, Basic Training Komisariat yang kurang terkoordinasi dengan Koorkom sebagai perwakilan pengurus cabang dalam menyelesaikan persoalan
intern di wilayah koordinasinya (lihat AD HMI), dan Follow Up Pasca Basic Training yang
tidak berjalan sebagai mana mestinya.
Maka dari
inventarisasi problem tersebut Bidang Pembinaan
Anggota HMI Koorkom UI-PNJ memformulasikan problem solving yang terimplementasi
dengan program kerja yang ada. Untuk mengatasi semakin minimnya mahasiswa UI-PNJ maka Bidang Pembinaan Anggota mencoba memformulasikan dengan share perkaderan yang kemudian menghasilkan rumusan
strategi perkaderan yang ideal dengan tidak menghilangkan kultur yang ada di
tiap-tiap komisariat, untuk mengatasi Basic Training yang kurang
terkoordinasi maka Bidang Pembinaan Anggota membuat
rapat koordinasi antar komisariat yang diwakilkan oleh bidang Penelitian,
Pengembangan dan Pembinaan Anggota (P3A) yang kemudian menyelenggarakan Basic Training dengan koordinasi yang cukup baik.
Untuk mengatasi follow up pasca basic yang tidak berjalan maka Bidang
Pembinaan Anggota mengajak Komisariat-Komisariat
di UI dan PNJ untuk
bersama-sama menyelenggarakan Follow Up (Up Grading) Bersama Komisariat
Se-UI dan PNJ.
Demikian laporan pertanggungjawaban ini kami sampaikan,
besar harapan kami menjadi pelajaran bagi kader-kader berikutnya.
Billahi
taufiq wal hidayah.
Wassalamu’alaikum,
wr., wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar