Selasa, 03 Mei 2016

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN BIDANG PEMBINAAN ANGGOTA


Himpunan Mahasiswa Islam Koordinator Komisariat
 Universitas Indonesia-Politeknik Negeri Jakarta


Disampaikan oleh Rachmat P Hadi Wibowo (Ketua) dan Nadia Dema Devina (Wakil Ketua)
 pada 9 Jummadil Akhir 1437 H atau bertepatan dengan 18 Maret 2016
dalam Musyawarah Koordinator Komisariat (MUSKOM)
Universitas Indonesia - Politeknik Negeri Jakarta

“KEWAJIBAN SETIAP KADER ADALAH MENGKADER DAN DIKADER”

Assalamualaikum. Wr. Wb.
           
Yang Terhormat,
Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Koorkom
Ketua Umum HMI Koorkom
Pengurus HMI Koorkom
Pengurus Komisariat di bawah naungan HMI Koorkom
Seluruh Kader HMI

Kaderisasi adalah harga mati bagi semua Organisasi yang ingin tetap mempertahankan eksistensinya, tanpa adanya kaderisasi sudah dapat dipastikan organisasi akan mati dan hanya tinggal sejarah, dalam ikhtiar terus melanjukan roda organisasi dan meneruskan mission HMI, diperlukan sebuah sistem perkaderan yang masif dan juga realisasi yang sesuai dengan sistem yang dibangun. Sebagai bidang yang bertanggung jawab atas pembinaan anggota secara sistemasis, kami mencoba untuk menginventarisir problem pembinaan di Koorkom UI-PNJ, Kemudian memformulasikan problem solving tersebut dan merealisasikannya dalam bentuk program kerja yang tersistematis dan terkonsep.

Beberapa problem yang terinventarisasi adalah semakin minimnya mahasiswa UI-PNJ yang ingin ber-HMI, Basic Training Komisariat yang kurang terkoordinasi dengan Koorkom sebagai perwakilan  pengurus cabang dalam menyelesaikan persoalan intern di wilayah koordinasinya (lihat AD HMI), dan Follow Up Pasca Basic Training yang tidak berjalan sebagai mana mestinya.

Maka dari inventarisasi problem tersebut Bidang Pembinaan Anggota HMI Koorkom UI-PNJ memformulasikan problem solving yang terimplementasi dengan program kerja yang ada. Untuk mengatasi semakin minimnya mahasiswa UI-PNJ maka Bidang Pembinaan Anggota mencoba memformulasikan dengan share perkaderan yang kemudian menghasilkan rumusan strategi perkaderan yang ideal dengan tidak menghilangkan kultur yang ada di tiap-tiap komisariat, untuk mengatasi Basic Training yang kurang terkoordinasi maka Bidang Pembinaan Anggota membuat rapat koordinasi antar komisariat yang diwakilkan oleh bidang Penelitian, Pengembangan dan Pembinaan Anggota (P3A) yang kemudian menyelenggarakan Basic Training dengan koordinasi yang cukup baik

Untuk mengatasi follow up pasca basic yang tidak berjalan maka Bidang Pembinaan Anggota mengajak Komisariat-Komisariat di UI dan PNJ untuk bersama-sama menyelenggarakan Follow Up  (Up Grading) Bersama Komisariat Se-UI dan PNJ.

Demikian laporan pertanggungjawaban ini kami sampaikan, besar harapan kami menjadi pelajaran bagi kader-kader berikutnya.

Billahi taufiq wal hidayah.
Wassalamu’alaikum, wr., wb.

Tidak ada komentar: