A. Sistem Gerak Invertebrata
Hewan invertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki tulang
belakang. Hewan invertebrata meliputi filum Porifera, Coelenterata,
Mollusca, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Echinodermata, dan
Arthropoda. Bagaimana sistem gerak hewan invertebrata tersebut? Hewan
invertebrata ada yang memiliki rangka hidrostatik dan ada juga yang
memiliki rangka eksoskeleton berupa cangkang atau penutup tubuh.
1. Rangka hidrostatik
Rangka hidrostatik merupakan cairan yang dibalut oleh rangkaian otot
dalam organisme tertentu. Adanya rangka hidrostatik memungkinkan gerakan
peristaltik oleh kontraksi otot yang ritmik dari kepala sampai ekor.
Contoh hewan yang memiliki sistem rangka hidrostatik adalah cacing
pipih, cacing gilig, annelida, dan coelenterata (Cnidaria).
2. Eksoskeleton
Eksoskeleton merupakan rangka yang terdapat di luar tubuh berupa kulit
yang keras yang tersusun dari zat tanduk. Eksoskeleton dapat berupa
cangkang dan kulit keras yang menutupi seluruh tubuh organisme.
a. Cangkang merupakan eksoskeleton yang tidak menutupi seluruh tubuh
hewan. Banyak ditemukan pada filum molusca seperti gastropoda dan
bivalvia.
b. Kulit penutup merupakan eksoskeleton yang menutupi seluruh permukaan
tubuh hewan. Kulit penutup akan diganti secara periodik sesuai
pertumbuhan organisme. Peristiwa ganti kulit ini disebut ekdisis.
Contohnya pada Arthropoda yang mencakup kelompok serangga, udang,
kalajengking dan laba-laba. Saat terjadi ganti kulit organisme akan
terlihat pucat dan bertubuh lunak. Tetapi, tak lama kemudian kutikula
atau lapisan kulit yang baru mengeras dan menggantikan kulit yang lama.
B. Sistem Gerak Vertebrata
Hewan vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang.
Vertebrata dikelompokkan menjadi Pisces, Amfibi, Reptilia, dan Aves, dan
Mamalia.
1. Sistem Gerak pada Pisces
Pisces atau ikan merupakan hewan yang hidup di dalam air, baik itu air
tawar maupun air laut. Bernapas menggunakan insang. Tubuh ikan
dilengkapi dengan sirip-sirip yang membantu ikan saat berenang dan
menjaga keseimbangan tubuh. Rangka sumbu tubuh ikan berfungsi sebagai
tempat melekatnya otot-otot pergerakan. Fungsi lain dari rangka untuk
melindungi organ dalam.
2. Sistem Gerak pada Amfibi
Amfibi merupakan hewan yang dapat hidup di air dan di darat. Contoh
amfibi adalah katak. Rangka katak tersusun dari tiga kelompok tulang
yaitu tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak. Katak
dapat melompat dengan baik karena tungkai belakangnya panjang dan
memiliki otot yang sangat kuat.
3. Sistem Gerak pada Reptilia
Hewan kelompok kelas reptilia mempunyai ciri-ciri antara lain hewan
berdarah dingin, memiliki empat kaki atau tidak memiliki kaki,
beradaptasi untuk hidup di darat, namun ada pula yang hidup di air, dan
kulit bersisik.
Rangka reptilia berfungsi menopang tubuh. Tengkorak reptilia memanjang
dan terdapat tulang yang memisahkan lubang hidung dan rongga mulut. Dua
ruas pertama tulang belakang membuat gerakan kepala reptilia lebih
leluasa. Contoh reptil adalah ular, komodo dan buaya.
4. Sistem Gerak pada Aves
Kelompok kelas Aves mempunyai ciri-ciri berdarah panas, bernapas dengan
paru-paru, dibantu dengan pundi-pundi udara. Anggota gerak depan
berkembang dan berfungsi sebagai sayap, anggota gerak belakang
berkembang sebagai kaki.
Burung memiliki dua otot yang bekerja secara berlawanan. Pada saat
burung mengepakkan sayapnya, bulu bulu akan menutup dan akan membuka
ketika sayap terangkat.
Tulang burung ringan tapi kuat sehingga burung dapat terbang dengan
baik. Jumlah tulang tengkorak sedikit, tetapi burung air mempunyai
tulang padat. Hal ini bertujuan agar burung dapat menyelam ke dalam air.
Rangka burung ditiru manusia untuk membuat pesawat yang dapat terbang
di udara.
5. Sistem Gerak pada Mamalia
Mamalia merupakan anggota vertebrata yang tubuhnya ditutupi rambut.
Mamalia betina mempunyai kelenjar susu yang berkembang. Mamalia memiliki
sistem rangka dan otot. Anggota gerak pada mamalia berfungsi untuk
berjalan, memegang, atau berenang. Pada jari-jarinya terdapat kuku dan
cakar.
Jumat, 23 September 2016
Kamis, 22 September 2016
Gerak pada tumbuhan
A. Gerak Endonom
Gerak endonom atau disebut juga gerak autonom merupakan gerakan tumbuhan yang disebabkan rangsangan dari dalam tubuh tumbuhan. Contohnya gerak aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata. Contoh lainnya adalah pecahnya kacang polong-polongan saat kering.
Gerak endonom atau disebut juga gerak autonom merupakan gerakan tumbuhan yang disebabkan rangsangan dari dalam tubuh tumbuhan. Contohnya gerak aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata. Contoh lainnya adalah pecahnya kacang polong-polongan saat kering.
B. Gerak Etionom
Gerakan etionom merupakan gerakan tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar tumbuhan. Rangsangan ini berupa cahaya, air, sentuhan, gravitasi, suhu, dan zat kimia. Gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, nasti, dan taksis. Ayo cermati uraiannya berikut.
1. Gerak Tropisme
Tropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsang, baik yang menjauhi atau menuju arah datangnya rangsang. Jika arah gerak mendekati rangsang disebut tropisme positif. Sebaliknya, jika menjauhi arah rangsang disebut tropisme negatif. Tropisme dibedakan menjadi empat sebagai berikut.
a. Fototropisme
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya (kata kunci: foto=cahaya). Contoh fototropisme positif adalah gerakan tunas menuju cahaya. Sedangkan, akar merupakan fototropisme negatif karena menjauhi cahaya.
b. Geotropisme
Geotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan adanya rangsang berupa gravitasi bumi (kata kunci: geo=bumi). Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar menuju pusat bumi. Sedangkan, pertumbuhan tunas merupakan geotropisme negatif.
c. Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang berupa air (kata kunci: hidro=air). Contoh hidrotropisme positif adalah pertumbuhan akar menuju daerah yang berair atau basah.
d. Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang disebabkan rangsang berupa sentuhan (kata kunci : thigma=sentuhan). Contohnya adalah gerak membelit ujung batang atau sulur tanaman ercis, mentimun, anggur, markisa, atau semangka.
Gerakan etionom merupakan gerakan tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar tumbuhan. Rangsangan ini berupa cahaya, air, sentuhan, gravitasi, suhu, dan zat kimia. Gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, nasti, dan taksis. Ayo cermati uraiannya berikut.
1. Gerak Tropisme
Tropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsang, baik yang menjauhi atau menuju arah datangnya rangsang. Jika arah gerak mendekati rangsang disebut tropisme positif. Sebaliknya, jika menjauhi arah rangsang disebut tropisme negatif. Tropisme dibedakan menjadi empat sebagai berikut.
a. Fototropisme
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya (kata kunci: foto=cahaya). Contoh fototropisme positif adalah gerakan tunas menuju cahaya. Sedangkan, akar merupakan fototropisme negatif karena menjauhi cahaya.
b. Geotropisme
Geotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan adanya rangsang berupa gravitasi bumi (kata kunci: geo=bumi). Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar menuju pusat bumi. Sedangkan, pertumbuhan tunas merupakan geotropisme negatif.
c. Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang berupa air (kata kunci: hidro=air). Contoh hidrotropisme positif adalah pertumbuhan akar menuju daerah yang berair atau basah.
d. Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang disebabkan rangsang berupa sentuhan (kata kunci : thigma=sentuhan). Contohnya adalah gerak membelit ujung batang atau sulur tanaman ercis, mentimun, anggur, markisa, atau semangka.
2. Gerak Nasti
Gerak nasti adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan sebagai reaksi terhadap rangsang dari luar. Arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak nasti terjadi karena perubahan tekanan turgor tumbuhan. Gerak nasti dibagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
a. Fotonasti
Fotonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh perubahan intensitas cahaya. Contohnya adalah gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari.
b. Haptonasti
Haptonasti adalah gerak nasti pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh sentuhan serangga.
c. Termonasti
Termonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh perubahan intensitas panas. Contohnya mekarnya bunga tulip saat suhu meningkat.
d. Niktinasti
Niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan kondisi gelap. Contohnya gerak menutupnya daun lamtoro atau turi karena cahaya gelap kemudian membuka kembali saat matahari terbit.
e. Seismonasti
Seismonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang sentuhan atau getaran. Contohnya menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat disentuh.
f. Nasti Kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus seperti kadar CO2, temperatur dan kadar ion Ca. Contohnya membuka atau menutupnya stomata atau mulut daun.
Gerak nasti adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan sebagai reaksi terhadap rangsang dari luar. Arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak nasti terjadi karena perubahan tekanan turgor tumbuhan. Gerak nasti dibagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
a. Fotonasti
Fotonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh perubahan intensitas cahaya. Contohnya adalah gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari.
b. Haptonasti
Haptonasti adalah gerak nasti pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh sentuhan serangga.
c. Termonasti
Termonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh perubahan intensitas panas. Contohnya mekarnya bunga tulip saat suhu meningkat.
d. Niktinasti
Niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan kondisi gelap. Contohnya gerak menutupnya daun lamtoro atau turi karena cahaya gelap kemudian membuka kembali saat matahari terbit.
e. Seismonasti
Seismonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang sentuhan atau getaran. Contohnya menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat disentuh.
f. Nasti Kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus seperti kadar CO2, temperatur dan kadar ion Ca. Contohnya membuka atau menutupnya stomata atau mulut daun.
3. Gerak Taksis
Gerak taksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat karena adanya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangnya, taksis dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
a. Fototaksis
Fototaksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat disebabkan adanya rangsang berupa cahaya. Misalnya gerakan Euglena viridis yang selalu mendekati cahaya.
b. Kemotaksis
Kemotaksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat disebabkan adanya rangsang berupa zat kimia. Contohnya gerak spermatozoid tumbuhan paku dan lumut menuju arkegonium karena terdapat zat gula.
Gerak taksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat karena adanya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangnya, taksis dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
a. Fototaksis
Fototaksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat disebabkan adanya rangsang berupa cahaya. Misalnya gerakan Euglena viridis yang selalu mendekati cahaya.
b. Kemotaksis
Kemotaksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat disebabkan adanya rangsang berupa zat kimia. Contohnya gerak spermatozoid tumbuhan paku dan lumut menuju arkegonium karena terdapat zat gula.
Rabu, 21 September 2016
Gerak Lurus Berubah Beraturan
1. Definisi gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan yang setiap saat berubah.
2. Percepatan dan perlambatan
Gerak benda yang mengalami percepatan disebut gerak lurus berubah beraturan dipercepat, sedangkan gerak yang mengalami perlambatan disebut gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan yang setiap saat berubah.
2. Percepatan dan perlambatan
Gerak benda yang mengalami percepatan disebut gerak lurus berubah beraturan dipercepat, sedangkan gerak yang mengalami perlambatan disebut gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
Grafik hubungan antara besar kecepatan (v) dengan waktu (t) pada
gerak lurus berubah beraturan (GLBB) ditunjukkan pada gambar berikut:
Rumus kecepatan pada GLBB adalah:
vt = vo + at
Dimana :
vt = kecepatan setelah waktu t sekon
vo = kecepatan saat t = 0 sekon
a = percepatan (tanda +) atau perlambatan (tanda -)
Grafik hubungan antara besar jarak (s) dengan waktu (t) pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) ditunjukkan pada gambar berikut:
Rumus jarak pada GLBB adalah:
s = Vo+1/2 at
Percepatan atau perlambatan pada GLBB adalah konstan. Untuk percepatan a bertanda (+) untuk perlambatan a bertanda (-)
Hubungan antara kecepatan, waktu dan jarak adalah:
vt2 = vo2 + 2as
vt2 = vo2 + 2as
Selasa, 20 September 2016
Gerak Lurus Beraturan
1. Gerak
Gerak adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda terhadap titik acuan tertentu. Gerak juga dapat dikatakan sebagai perubahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu. Suatu benda tidak dapat dikatakan bergerak jika kedudukan atau posisinya tidak berubah meskipun telah diberikan gaya atau usaha.
2. Jarak dan perpindahan
Jarak didefinisikan sebagai panjang seluruh lintasan yang ditempuh. Sementara perpindahan merupakan jarak dan arah dari kedudukan awal ke kedudukan akhir atau selisih kedudukan akhir dengan kedudukan awal. Jarak merupakan besaran skalar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor.
3. Kecepatan dan kelajuan
Kecepatan merupakan perpindahan yang ditempuh tiap satuan waktu, sedangkan kelajuan didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Kecepatan merupakan besaran vektor, sedangkan kelajuan merupakan besaran skalar.
Gerak adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda terhadap titik acuan tertentu. Gerak juga dapat dikatakan sebagai perubahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu. Suatu benda tidak dapat dikatakan bergerak jika kedudukan atau posisinya tidak berubah meskipun telah diberikan gaya atau usaha.
2. Jarak dan perpindahan
Jarak didefinisikan sebagai panjang seluruh lintasan yang ditempuh. Sementara perpindahan merupakan jarak dan arah dari kedudukan awal ke kedudukan akhir atau selisih kedudukan akhir dengan kedudukan awal. Jarak merupakan besaran skalar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor.
3. Kecepatan dan kelajuan
Kecepatan merupakan perpindahan yang ditempuh tiap satuan waktu, sedangkan kelajuan didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Kecepatan merupakan besaran vektor, sedangkan kelajuan merupakan besaran skalar.
Kelajuan = jarak (m) / waktu (s)
Kecepatan = perpindahan (m) / waktu (s)
Setelah memahami konsep dasar tersebut, kita telah siap untuk
mempelajari tentang gerak lurus beraturan (GLB). Benda yang bergerak
dengan kecepatan tetap dikatakan melakukan gerak lurus beraturan. Jadi,
syarat benda bergerak lurus beraturan apabila gerak benda menempuh
lintasan lurus dan kelajuan benda tidak berubah. Pada gerak lurus
beraturan, benda menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama
pula. Sebagai contoh, mobil yang melaju menempuh jarak 2 meter dalam
waktu 1 detik, maka satu detik berikutnya menempuh jarak 2 meter lagi,
begitu seterusnya. Dengan kata lain, perbandingan jarak dengan selang
waktu selalu konstan atau kecepatannya konstan. Secara matematis dapat
dirumuskan sebagai berikut.
v = s/t
dimana,
v = kecepatan (m/s)
s = jarak (m)
t = waktu (s)
Secara grafik dapat digambarkan sebagai berikut.
Titik acuan adalah O yaitu posisi awal sebelum benda bergerak. Jika
benda sudah memiliki jarak tertentu terhadap acuan, maka rumus di atas
menjadi:
s = so + vt
v = kecepatan (m/s)
s = jarak yang ditempuh (m)
so = posisi awal (m)
t = waktu (s)
s = so + vt
v = kecepatan (m/s)
s = jarak yang ditempuh (m)
so = posisi awal (m)
t = waktu (s)
Senin, 19 September 2016
Sistem dan Fungsi Rangka Manusia
Coba kamu tekan pergelangan tanganmu. Kamu akan menemukan bagian yang
keras. Bagian yang keras tersebut adalah tulang. Apa fungsi tulang bagi
tubuhmu? Kamu dapat bergerak dan berdiri karena ada tulang yang
menyusun rangka tubuhmu. Apa saja tulang-tulang yang menyusun rangka?
Untuk lebih mengetahui tentang sistem gerak pada manusia, mari cermati
uraian berikut.
A. Rangka Tubuh
Pergerakan pada manusia terjadi karena adanya sistem rangka dan sistem otot. Rangka dapat digerakkan karena ada otot yang melekat pada rangka. Oleh karena itu, rangka disebut sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.
Rangka memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai alat gerak pasif, menunjang tegaknya tubuh, memberi bentuk tubuh dan melindungi alat-alat tubuh dalam yang vital. Selain itu, sebagai tempat pembentukan sel-sel darah merah dan sebagai tempat penimbunan mineral. Mari amati sistem rangka di bawah ini.
Pergerakan pada manusia terjadi karena adanya sistem rangka dan sistem otot. Rangka dapat digerakkan karena ada otot yang melekat pada rangka. Oleh karena itu, rangka disebut sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.
Rangka memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai alat gerak pasif, menunjang tegaknya tubuh, memberi bentuk tubuh dan melindungi alat-alat tubuh dalam yang vital. Selain itu, sebagai tempat pembentukan sel-sel darah merah dan sebagai tempat penimbunan mineral. Mari amati sistem rangka di bawah ini.
Gambar 1. Sistem Rangka Manusia
Rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua macam, yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikular. Skeleton aksial disebut juga skeleton sumbu yang meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk, sedangkan skeleton apendikular terdiri atas tungkai atas dan tungkai bawah.
Rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua macam, yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikular. Skeleton aksial disebut juga skeleton sumbu yang meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk, sedangkan skeleton apendikular terdiri atas tungkai atas dan tungkai bawah.
1. Tulang Aksial
Skeleton aksial meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk. Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah, semuanya berfungsi untuk melindungi otak, mata dan telinga bagian dalam, sedangkan tulang belakang terdiri atas 26 ruas, masing-masing 24 ruas tulang belakang, 1 ruas tulang ekor, dan 1 ruas tulang kemaluan. Tulang belakang berfungsi menyangga tengkorak dan sebagai tempat melekatnya tulang rusuk.
Skeleton aksial meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk. Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah, semuanya berfungsi untuk melindungi otak, mata dan telinga bagian dalam, sedangkan tulang belakang terdiri atas 26 ruas, masing-masing 24 ruas tulang belakang, 1 ruas tulang ekor, dan 1 ruas tulang kemaluan. Tulang belakang berfungsi menyangga tengkorak dan sebagai tempat melekatnya tulang rusuk.
2. Tulang Apendikular
Tulang apendikuar terdiri atas tulang anggota gerak atas (tungkai atas) dan tulang anggota gerak bawah (tungkai bawah).
a. Tungkai Atas
Tungkai atas dikenal juga sebagai anggota gerak atas yang terdiri dari tulang selangka (clavicle), tulang belikat (scapula), tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius), tulang pergelangan tangan (carpals), tulang telapak tangan (metacarpals), dan tulang jari (phalanges). Dengan adanya tungkai atas ini, kamu dapat mengangkat benda, menulis, dan melambai.
b. Tungkai Bawah
Tungkai bawah dikenal juga sebagai anggota gerak bawah yang terdiri dari tulang pinggul (pelvic), tulang paha (femur), tulang tempurung lutut (patella), tulang betis (fibula), tulang kering (tibia), tulang pergelangan kaki (tarsals), tulang telapak kaki (metatarsals), dan tulang jari kaki (phalanges). Dengan adanya tungkai bawah ini kamu bisa berjalan, berlari, menendang bola, dan lain-lain.
B. Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuk tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh dapat dibagi menjadi empat macam yaitu tulang pipa, pipih, dan tulang pendek dan tulang tidak berbentuk.
1. Tulang Pipa
Tulang pipa merupakan tulang yang terbentuk bulat, memanjang seperti pipa, dan bagian tengahnya berlubang. Tulang pipa terdiri atas tiga bagian, yaitu kedua ujung tulang (epifis), bagian tengah (diafisis), dan cakraepifisis (antara epifisis dan diafisis). Di dalam tulang pipa terdapat sumsum merah tempat pembuatan sel darah merah. Contohnya tulang paha dan tulang lengan.
2. Tulang pipih
Tulang pipih memiliki bentuk gepeng dan tipis. Contohnya tulang belikat, tulang duduk, sternum dan tulang tengkorak.
3. Tulang pendek
Tulang pendek memiliki bentuk seperti dadu. Contohnya pada ruas-ruas pergelangan tangan dan kaki.
4. Tulang tak berbentuk
Selain ketiga bentuk di atas, terdapat tulang tak berbentuk. Contohnya tulang wajah dan ruas tulang belakang.
Tulang apendikuar terdiri atas tulang anggota gerak atas (tungkai atas) dan tulang anggota gerak bawah (tungkai bawah).
a. Tungkai Atas
Tungkai atas dikenal juga sebagai anggota gerak atas yang terdiri dari tulang selangka (clavicle), tulang belikat (scapula), tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius), tulang pergelangan tangan (carpals), tulang telapak tangan (metacarpals), dan tulang jari (phalanges). Dengan adanya tungkai atas ini, kamu dapat mengangkat benda, menulis, dan melambai.
b. Tungkai Bawah
Tungkai bawah dikenal juga sebagai anggota gerak bawah yang terdiri dari tulang pinggul (pelvic), tulang paha (femur), tulang tempurung lutut (patella), tulang betis (fibula), tulang kering (tibia), tulang pergelangan kaki (tarsals), tulang telapak kaki (metatarsals), dan tulang jari kaki (phalanges). Dengan adanya tungkai bawah ini kamu bisa berjalan, berlari, menendang bola, dan lain-lain.
B. Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuk tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh dapat dibagi menjadi empat macam yaitu tulang pipa, pipih, dan tulang pendek dan tulang tidak berbentuk.
1. Tulang Pipa
Tulang pipa merupakan tulang yang terbentuk bulat, memanjang seperti pipa, dan bagian tengahnya berlubang. Tulang pipa terdiri atas tiga bagian, yaitu kedua ujung tulang (epifis), bagian tengah (diafisis), dan cakraepifisis (antara epifisis dan diafisis). Di dalam tulang pipa terdapat sumsum merah tempat pembuatan sel darah merah. Contohnya tulang paha dan tulang lengan.
2. Tulang pipih
Tulang pipih memiliki bentuk gepeng dan tipis. Contohnya tulang belikat, tulang duduk, sternum dan tulang tengkorak.
3. Tulang pendek
Tulang pendek memiliki bentuk seperti dadu. Contohnya pada ruas-ruas pergelangan tangan dan kaki.
4. Tulang tak berbentuk
Selain ketiga bentuk di atas, terdapat tulang tak berbentuk. Contohnya tulang wajah dan ruas tulang belakang.
C. Jaringan Tulang
Jaringan tulang dibagi menjadi dua macam yaitu jaringan tulang rawan dan tulang keras. Apa perbedaan antara jaringan tulang rawan dan tulang keras? Kamu akan mengetahuinya setelah membaca uraian berikut.
Jaringan tulang dibagi menjadi dua macam yaitu jaringan tulang rawan dan tulang keras. Apa perbedaan antara jaringan tulang rawan dan tulang keras? Kamu akan mengetahuinya setelah membaca uraian berikut.
1. Jaringan Tulang Rawan
Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) dan matriks. Kondrosit berasal dari kondroblas (sel-sel tulang rawan muda). Matriks (kondrin) yang dibentuk diantara kondrosit banyak mengandung jaringan kolagen atau hialin dan sedikit mengandung zat kapur, sehingga tulang rawan bersifat lentur (elastis).
Tulang rawan terdiri atas tiga macam yaitu tulang rawan hialin, elastik dan fibrosa.
Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) dan matriks. Kondrosit berasal dari kondroblas (sel-sel tulang rawan muda). Matriks (kondrin) yang dibentuk diantara kondrosit banyak mengandung jaringan kolagen atau hialin dan sedikit mengandung zat kapur, sehingga tulang rawan bersifat lentur (elastis).
Tulang rawan terdiri atas tiga macam yaitu tulang rawan hialin, elastik dan fibrosa.
a. Tulang Rawan Hialin
Tulang rawan hialin memiliki sifat lentur, berwarna putih kebiruan, mengandung serat-serat kolagen dan kondrosit. Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, dan cuping hidung.
b. Tulang Rawan Elastis
Tulang rawan elastis memiliki bentuk yang hampir sama dengan tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis dapat kita temukan pada daun telinga, tuba eustachius (pada telinga) dan laring.
c. Tulang Rawan Fibrosa
Tulang rawan fibrosa banyak mengandung bundel-bundel serat kolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang rawan ini berfungsi memberikan sokongan dan sebagai proteksi. Pada orang dewasa tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu cuping hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (costal cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antarruas tulang belakang dan pada cakra epifisis.
Tulang rawan hialin memiliki sifat lentur, berwarna putih kebiruan, mengandung serat-serat kolagen dan kondrosit. Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, dan cuping hidung.
b. Tulang Rawan Elastis
Tulang rawan elastis memiliki bentuk yang hampir sama dengan tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis dapat kita temukan pada daun telinga, tuba eustachius (pada telinga) dan laring.
c. Tulang Rawan Fibrosa
Tulang rawan fibrosa banyak mengandung bundel-bundel serat kolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang rawan ini berfungsi memberikan sokongan dan sebagai proteksi. Pada orang dewasa tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu cuping hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (costal cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antarruas tulang belakang dan pada cakra epifisis.
2.Tulang Keras (osteon)
Kumpulan unit dasar tulang keras disebut dengan sistem Haversi. Sistem ini tersusun dari saluran haversi yang terdapat pembuluh darah, lakuna tempat osteosit berada dan lapisan konsentris yang merupakan matriks. Tulang keras banyak mengandung zat kapur (kalsium) dan sedikit mengandung zat perekat. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang ini disebut osifikasi.
Kumpulan unit dasar tulang keras disebut dengan sistem Haversi. Sistem ini tersusun dari saluran haversi yang terdapat pembuluh darah, lakuna tempat osteosit berada dan lapisan konsentris yang merupakan matriks. Tulang keras banyak mengandung zat kapur (kalsium) dan sedikit mengandung zat perekat. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang ini disebut osifikasi.
D. Gangguan Tulang
Berikut ini merupakan gangguan tulang yang sering terjadi.
1. Rakhitis merupakan penyakit tulang menjadi yang menyebabkannya rapuh karena kekurangan vitamin D. Penderita gangguan ini memiliki tulang kaki berbentuk X atau O.
2. Hidrosefalus adalah kelainan yang di sebabkan oleh pengumpulan abnormal cairan spinal dan terjadi pelebaran rongga otak sehingga kepala membesar.
3. Mikrosepalus adalah kelainan yang disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan tulang tengkorak karena kekurangan zat kapur pada waktu bayi. Hal ini menyebabkan kepala menjadi kecil.
4. Osteoporosis adalah gangguan tulang karena reabsorpasi bahan tulang terhambat akibatnya tulang menjadi keropos. Hal ini disebabkan oleh kekurangan hormon kelamin pria atau wanita.
5. Gangguan pada tulang belakang
Gangguan pada tulang terjadi karena kedudukan tulang belakang bergeser dari kedudukan normal. Kelainan pada tulang belakang ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
a. Kifosis, jika tulang punggung melengkung ke belakang sehingga penderita kelihatan bungkuk
b. Skoliosis, jika tulang belakang melengkung ke arah samping sehingga badan tampak melengkung ke kiri atau ke kanan.
c. Lordosis, jika tulang belakang melengkung kedepan yang menyebabkan kepala tertarik ke belakang.
Berikut ini merupakan gangguan tulang yang sering terjadi.
1. Rakhitis merupakan penyakit tulang menjadi yang menyebabkannya rapuh karena kekurangan vitamin D. Penderita gangguan ini memiliki tulang kaki berbentuk X atau O.
2. Hidrosefalus adalah kelainan yang di sebabkan oleh pengumpulan abnormal cairan spinal dan terjadi pelebaran rongga otak sehingga kepala membesar.
3. Mikrosepalus adalah kelainan yang disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan tulang tengkorak karena kekurangan zat kapur pada waktu bayi. Hal ini menyebabkan kepala menjadi kecil.
4. Osteoporosis adalah gangguan tulang karena reabsorpasi bahan tulang terhambat akibatnya tulang menjadi keropos. Hal ini disebabkan oleh kekurangan hormon kelamin pria atau wanita.
5. Gangguan pada tulang belakang
Gangguan pada tulang terjadi karena kedudukan tulang belakang bergeser dari kedudukan normal. Kelainan pada tulang belakang ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
a. Kifosis, jika tulang punggung melengkung ke belakang sehingga penderita kelihatan bungkuk
b. Skoliosis, jika tulang belakang melengkung ke arah samping sehingga badan tampak melengkung ke kiri atau ke kanan.
c. Lordosis, jika tulang belakang melengkung kedepan yang menyebabkan kepala tertarik ke belakang.
Jumat, 16 September 2016
Pengamatan teknologi sederhana memanfaatkan struktur tumbuhan
Berdasarkan sifatnya, jaringan tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
Jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan muda yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat embrional. Jaringan ini ditemukan pada ujung akar, ujung batang, dan kambium.
Jaringan dewasa
1. Jaringan epidermis, merupakan jaringan paling luar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Fungsi utamanya melindungi jaringan yang berada di bawahnya.
2. Jaringan parenkim, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis dan tempat menyimpan air serta cadangan makanan.
3. Jaringan penyokong, fungsi utamanya adalah menguatkan beberapa bagian tubuh tumbuhan. Jaringan ini terdiri atas kolenkim dan sklerenkim.
Kolenkim merupakan jaringan penyokong pada tumbuhan herba atau tumbuhan muda yang sedang mengalami pertumbuhan. Sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang sel-selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin atau zat kayu.
4. Jaringan pengangkut, berperan dalam pengangkutan zat. Jaringan ini terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air, garam mineral, dan unsur hara dari akar ke seluruh jaringan tumbuhan. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
5. Jaringan gabus, tersusun atas sel-sel gabus. Fungsinya melindungi jaringan lain yang berada di bawahnya agar tidak terlalu banyak kehilangan air.
Jaringan meristem adalah jaringan muda yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat embrional. Jaringan ini ditemukan pada ujung akar, ujung batang, dan kambium.
Jaringan dewasa
1. Jaringan epidermis, merupakan jaringan paling luar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Fungsi utamanya melindungi jaringan yang berada di bawahnya.
2. Jaringan parenkim, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis dan tempat menyimpan air serta cadangan makanan.
3. Jaringan penyokong, fungsi utamanya adalah menguatkan beberapa bagian tubuh tumbuhan. Jaringan ini terdiri atas kolenkim dan sklerenkim.
Kolenkim merupakan jaringan penyokong pada tumbuhan herba atau tumbuhan muda yang sedang mengalami pertumbuhan. Sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang sel-selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin atau zat kayu.
4. Jaringan pengangkut, berperan dalam pengangkutan zat. Jaringan ini terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air, garam mineral, dan unsur hara dari akar ke seluruh jaringan tumbuhan. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
5. Jaringan gabus, tersusun atas sel-sel gabus. Fungsinya melindungi jaringan lain yang berada di bawahnya agar tidak terlalu banyak kehilangan air.
Tumbuhan tersusun atas organ-organ utama, yang terdiri atas akar, batang, dan daun.
Akar
Akar berfungsi menambatkan tubuh tumbuhan pada tempat hidupnya, sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, menyerap air dan garam mineral yang terdapat di dalam tanah, dan membantu menegakkan batang.
Akar
Akar berfungsi menambatkan tubuh tumbuhan pada tempat hidupnya, sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, menyerap air dan garam mineral yang terdapat di dalam tanah, dan membantu menegakkan batang.
Gambar Penampang Akar Tanaman
Struktur luar akar terdiri atas tudung akar (kaliptra), meristem,
batang akar, dan rambut akar. Jaringan penyusun akar terdiri atas
bagian-bagian berikut.
1. Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi akar. Sel epidermis yang terletak di belakang titik tumbuh akar dapat tumbuh membentuk rambut akar.
2. Korteks tersusun atas sel-sel mempunyai banyak ruang antarsel untuk proses pertukaran zat.
3. Sel endodermis yang masih muda dinding selnya tipis. Seiring dengan bertambahnya umur tumbuhan, sel-selnya ada yang mengalami penebalan dan tampak seperti titik-titik gabus. Penebalan ini dikenal dengan sebutan pita kaspari.
4. Silinder pusat atau stele merupakan bagian yang paling dalam dari akar. Jaringan ini terdiri atas: perisikel atau perikambium, fungsinya membentuk cabang akar, berkas pembuluh angkut, terdiri atas xilem dan floem, dan jaringan parenkim, merupakan jaringan yang paling dalam pada akar.
1. Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi akar. Sel epidermis yang terletak di belakang titik tumbuh akar dapat tumbuh membentuk rambut akar.
2. Korteks tersusun atas sel-sel mempunyai banyak ruang antarsel untuk proses pertukaran zat.
3. Sel endodermis yang masih muda dinding selnya tipis. Seiring dengan bertambahnya umur tumbuhan, sel-selnya ada yang mengalami penebalan dan tampak seperti titik-titik gabus. Penebalan ini dikenal dengan sebutan pita kaspari.
4. Silinder pusat atau stele merupakan bagian yang paling dalam dari akar. Jaringan ini terdiri atas: perisikel atau perikambium, fungsinya membentuk cabang akar, berkas pembuluh angkut, terdiri atas xilem dan floem, dan jaringan parenkim, merupakan jaringan yang paling dalam pada akar.
Batang
Fungsi batang, antara lain, menegakkan berdirinya tumbuhan, serta sebagai tempat perlintasan air dan garam mineral dari akar ke daun. Dari luar ke dalam, batang dikotil terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Lapisan terluar dari silinder pusat disebut perisikel. Ikatan pembuluh pada silinder pusat terdiri atas xilem dan floem.
Fungsi batang, antara lain, menegakkan berdirinya tumbuhan, serta sebagai tempat perlintasan air dan garam mineral dari akar ke daun. Dari luar ke dalam, batang dikotil terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Lapisan terluar dari silinder pusat disebut perisikel. Ikatan pembuluh pada silinder pusat terdiri atas xilem dan floem.
Gambar Penampang Batang
Daun
Daun merupakan organ tumbuhan tempat berlangsungnya fotosintesis. Daun monokotil tulangnya tersusun sejajar atau melengkung. Daun dikotil menjari atau menyirip. Daun tersusun atas jaringan epidermis, parenkim, dan ikatan pembuluh. Beberapa epidermis daun mengalami modifikasi menjadi sel stomata. Parenkim dapat dibedakan menjadi dua, yaitu parenkim palisade dan parenkim bunga karang.
Daun merupakan organ tumbuhan tempat berlangsungnya fotosintesis. Daun monokotil tulangnya tersusun sejajar atau melengkung. Daun dikotil menjari atau menyirip. Daun tersusun atas jaringan epidermis, parenkim, dan ikatan pembuluh. Beberapa epidermis daun mengalami modifikasi menjadi sel stomata. Parenkim dapat dibedakan menjadi dua, yaitu parenkim palisade dan parenkim bunga karang.

Gambar Penampang Daun
Bunga
Bagian utama bunga terdiri atas bagian-bagian berikut.
1. Tangkai bunga, merupakan bagian yang berada di bawah bunga. Fungsinya sebagai penopang bunga.
2. Kelopak, merupakan bagian yang berfungsi melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup.
3. Mahkota (perhiasan bunga) pada tumbuhan dikotil biasanya berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya. Pada tumbuhan monokotil jumlahnya 3 atau kelipatannya.
4. Benang sari (alat kelamin jantan pada bunga) tersusun atas kepala sari (anthera), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari.
5. Putik (alat kelamin betina pada bunga). Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik, bakal buah dan bakal biji.
Dasar bunga, merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain.
Berdasarkan bagian-bagiannya, bunga dibedakan menjadi:
1. bunga lengkap (bunga yang memiliki mahkota, kelopak, putik, dan benang sari); dan
2. bunga tidak lengkap (bunga yang tidak memiliki satu atau beberapa dari bagian bunga lengkap).
Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi:
1. bunga sempurna, yaitu bunga yang mempunyai putik dan benang sari; dan
2. bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, putik saja atau benang sari saja.
Bagian utama bunga terdiri atas bagian-bagian berikut.
1. Tangkai bunga, merupakan bagian yang berada di bawah bunga. Fungsinya sebagai penopang bunga.
2. Kelopak, merupakan bagian yang berfungsi melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup.
3. Mahkota (perhiasan bunga) pada tumbuhan dikotil biasanya berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya. Pada tumbuhan monokotil jumlahnya 3 atau kelipatannya.
4. Benang sari (alat kelamin jantan pada bunga) tersusun atas kepala sari (anthera), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari.
5. Putik (alat kelamin betina pada bunga). Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik, bakal buah dan bakal biji.
Dasar bunga, merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain.
Berdasarkan bagian-bagiannya, bunga dibedakan menjadi:
1. bunga lengkap (bunga yang memiliki mahkota, kelopak, putik, dan benang sari); dan
2. bunga tidak lengkap (bunga yang tidak memiliki satu atau beberapa dari bagian bunga lengkap).
Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi:
1. bunga sempurna, yaitu bunga yang mempunyai putik dan benang sari; dan
2. bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, putik saja atau benang sari saja.
Buah
Buah berasal dari bakal buah yang berkembang setelah melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Buah berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan. Buah dapat dibedakan menjadi berikut.
1. Buah tunggal dihasilkan dari satu bakal buah yang berisi satu biji atau lebih dan berasal dari satu bunga.
2. Buah ganda, yaitu buah yang dihasilkan dari satu bunga yang mempunyai banyak bakal buah. Tiap bakal buah tersebut tumbuh menjadi buah tersendiri, terlepas, akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah.
3. Buah majemuk dihasilkan dari banyak bunga dan bakal buah.
Buah berasal dari bakal buah yang berkembang setelah melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Buah berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan. Buah dapat dibedakan menjadi berikut.
1. Buah tunggal dihasilkan dari satu bakal buah yang berisi satu biji atau lebih dan berasal dari satu bunga.
2. Buah ganda, yaitu buah yang dihasilkan dari satu bunga yang mempunyai banyak bakal buah. Tiap bakal buah tersebut tumbuh menjadi buah tersendiri, terlepas, akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah.
3. Buah majemuk dihasilkan dari banyak bunga dan bakal buah.
Berdasarkan jenisnya, buah dapat dibedakan menjadi seperti berikut.
1. Buah sejati, yaitu buah yang dihasilkan dari bakal buah.
2. Buah semu, yaitu buah yang dihasilkan dari jaringan yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga.
1. Buah sejati, yaitu buah yang dihasilkan dari bakal buah.
2. Buah semu, yaitu buah yang dihasilkan dari jaringan yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga.
Biji
Bagian utama penyusun biji adalah sebagai berikut.
1. Bagian luar, ketika biji masak, bagian luar ini dapat menjadi tebal dan keras seperti pada kelapa atau tipis seperti kertas seperti pada kacang tanah.
2. Bagian dalam (endosperma) kaya akan minyak nabati dan protein yang diperlukan untuk tumbuh kembang tumbuhan.
3. Embrio, merupakan calon individu baru yang juga dikenal dengan sebutan lembaga.
Bagian utama penyusun biji adalah sebagai berikut.
1. Bagian luar, ketika biji masak, bagian luar ini dapat menjadi tebal dan keras seperti pada kelapa atau tipis seperti kertas seperti pada kacang tanah.
2. Bagian dalam (endosperma) kaya akan minyak nabati dan protein yang diperlukan untuk tumbuh kembang tumbuhan.
3. Embrio, merupakan calon individu baru yang juga dikenal dengan sebutan lembaga.
Kamis, 15 September 2016
Struktur daun pada tumbuhan
A. Fungsi Daun
1. Tempat terjadinya fotosintesis.
2. Tempat untuk respirasi (pernapasan).
3. Tempat transpirasi (penguapan), terjadi apabila kelabihan air yang dikeluarkan melalui daun dalam bentuk uap air.
4. Alat perkembangbiakan vegetatif, contoh : tumbuhan cocor bebek.
1. Tempat terjadinya fotosintesis.
2. Tempat untuk respirasi (pernapasan).
3. Tempat transpirasi (penguapan), terjadi apabila kelabihan air yang dikeluarkan melalui daun dalam bentuk uap air.
4. Alat perkembangbiakan vegetatif, contoh : tumbuhan cocor bebek.
B. Morfologi Daun
1. Berwarna hijau karena mengandung klorofil.
2. Bagian daun : helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun.
3. Bentuk daun berdasarkan tepi daun : rata (daun nangka, rambutan, dll), bergerigi (daun sidaguri).
4. Berdasakan tulang daun:
- Tumbuhan dikotil : tulang daun menyirip, contohnya daun durian, mangga, dan tulang daun menjari contohnya daun ubi/Manihot uttilisima
- Tumbuhan monokotil : tulang daun melengkung, contohnya : daun padi, jagung, atau tulang daun sejajar.
1. Berwarna hijau karena mengandung klorofil.
2. Bagian daun : helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun.
3. Bentuk daun berdasarkan tepi daun : rata (daun nangka, rambutan, dll), bergerigi (daun sidaguri).
4. Berdasakan tulang daun:
- Tumbuhan dikotil : tulang daun menyirip, contohnya daun durian, mangga, dan tulang daun menjari contohnya daun ubi/Manihot uttilisima
- Tumbuhan monokotil : tulang daun melengkung, contohnya : daun padi, jagung, atau tulang daun sejajar.
C. Anatomi Daun
Berikut ini merupakan struktur anatomi daun dari lapisan atas ke bawah.
1. Epidermis Atas
Jaringan epidermis atas berfungsi untuk melindungi bagian atas daun. Tersusun dari satu lapis sel dan tidak memiliki ruang antarsel serta megandung lapisan lilin/kutikula yang berfungsi untuk mencegah penguapan secara berlebihan. Modifikasi epidermis dapat membentuk trikoma (berbentuk rambut, duri, dan bintang). Epidermis bagian atas memiliki stomata sebagai tempat pertukaran gas (oksigen dan karbondioksida). Pada tumbuhan air, stomata terletak di bagian atas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan. Contohnya pada tumbuhan lotus dan enceng gondok.
2. Mesofil Daun (Daging Daun)
Jaringan mesofil daun (daging daun) merupakan jaringan dasar yang terletak diantara epidermis atas dan bawah. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Jaringan mesofil dan terdiri dari dua jaringan penyusun. Masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut.
a. Jaringan Tiang (Palisade)
Jaringan palisade berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Selnya berbentuk silindris, tegak, tersusun rapat, mengandung kloroplas lebih banyak daripada jaringan spons. Tidak terdapat pada daun tumbuhan monokotil.
b. Jaringan Spons (Bunga Karang)
Jaringan spons (bunga karang) memiliki sel yang berbentuk sembarang, memiliki ruang antarsel, mengandung sedikit kloroplas. Fungsi dari jaringan spons (bunga karang) adalah sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis seperti jaringan tiang.
3. Berkas Pengangkut
Berkas pengangkut terletak di bagian tulang daun dan jaringan bunga karang/spons. Berkas pengangkut berupa xylem (pembuluh tapis) yang berfungsi untuk mengangkut zat hara, air, dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, sedangkan floem (pembuluh kayu) mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
4. Epidermis Bawah
Epidermis bawah tersusun dari selapis sel. Terdapat stomata pada bagian bawah daun, khusus pada tumbuhan yang hidup di darat.
Untuk lebih memahami anatomi maupun morfologi daun, lihat dan perhatikan gambar penampang melintang daun di bawah ini!
Berikut ini merupakan struktur anatomi daun dari lapisan atas ke bawah.
1. Epidermis Atas
Jaringan epidermis atas berfungsi untuk melindungi bagian atas daun. Tersusun dari satu lapis sel dan tidak memiliki ruang antarsel serta megandung lapisan lilin/kutikula yang berfungsi untuk mencegah penguapan secara berlebihan. Modifikasi epidermis dapat membentuk trikoma (berbentuk rambut, duri, dan bintang). Epidermis bagian atas memiliki stomata sebagai tempat pertukaran gas (oksigen dan karbondioksida). Pada tumbuhan air, stomata terletak di bagian atas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan. Contohnya pada tumbuhan lotus dan enceng gondok.
2. Mesofil Daun (Daging Daun)
Jaringan mesofil daun (daging daun) merupakan jaringan dasar yang terletak diantara epidermis atas dan bawah. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Jaringan mesofil dan terdiri dari dua jaringan penyusun. Masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut.
a. Jaringan Tiang (Palisade)
Jaringan palisade berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Selnya berbentuk silindris, tegak, tersusun rapat, mengandung kloroplas lebih banyak daripada jaringan spons. Tidak terdapat pada daun tumbuhan monokotil.
b. Jaringan Spons (Bunga Karang)
Jaringan spons (bunga karang) memiliki sel yang berbentuk sembarang, memiliki ruang antarsel, mengandung sedikit kloroplas. Fungsi dari jaringan spons (bunga karang) adalah sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis seperti jaringan tiang.
3. Berkas Pengangkut
Berkas pengangkut terletak di bagian tulang daun dan jaringan bunga karang/spons. Berkas pengangkut berupa xylem (pembuluh tapis) yang berfungsi untuk mengangkut zat hara, air, dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, sedangkan floem (pembuluh kayu) mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
4. Epidermis Bawah
Epidermis bawah tersusun dari selapis sel. Terdapat stomata pada bagian bawah daun, khusus pada tumbuhan yang hidup di darat.
Untuk lebih memahami anatomi maupun morfologi daun, lihat dan perhatikan gambar penampang melintang daun di bawah ini!
Gambar 1. Struktur Anatomi Daun
D. Hal-hal yang menyebabkan larutan garam mineral naik ke bagian daun
1. Tekanan Akar
Berlangsung secara osmosis dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Paling tinggi terjadi pada malam hari.
2. Daya Kapilaritas
Pembuluh di akar, batang dan daun saling berhubungan membentuk pembuluh kapiler. Kapilaritas terjadi karena gaya adhesi dan kohesi. Gaya adhesi terjadi antara dinding xylem dengan molekul air, sedangkan gaya kohesi terjadi antara molekul air.
3. Daya Isap Daun sebagai akibat dari Penguapan
Daya isap menyebabkan air dalam saluran ikatan pembuluh naik ke daun.
4. Pengaruh Sel Hidup
1. Tekanan Akar
Berlangsung secara osmosis dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Paling tinggi terjadi pada malam hari.
2. Daya Kapilaritas
Pembuluh di akar, batang dan daun saling berhubungan membentuk pembuluh kapiler. Kapilaritas terjadi karena gaya adhesi dan kohesi. Gaya adhesi terjadi antara dinding xylem dengan molekul air, sedangkan gaya kohesi terjadi antara molekul air.
3. Daya Isap Daun sebagai akibat dari Penguapan
Daya isap menyebabkan air dalam saluran ikatan pembuluh naik ke daun.
4. Pengaruh Sel Hidup
Rabu, 14 September 2016
Struktur batang pada tumbuhan
Secara keseluruhan struktur jaringan pada akar tidak berbeda jauh
dengan struktur jaringan yang menyusun batang. Berikut ini adalah
penjelasan mengenai struktur batang pada tumbuhan.
A. Fungsi Batang
1. Penopang tubuh tumbuhan.
2. Organ perlintasan air dan makanan, karena adanya berkas pengangkut berupa xylem dan floem.
3. Tempat menyimpan cadangan makanan.
4. Merupakan alat perkembangbiakan vegetatif, contohnya batang mangga yang dicangkok.
5. Tempat melekatnya daun untuk mendapatkan cahaya matahari.
6. Tempat melekatnya bunga agar mudah melakukan penyerbukan.
7. Tempat melekatnya buah.
A. Fungsi Batang
1. Penopang tubuh tumbuhan.
2. Organ perlintasan air dan makanan, karena adanya berkas pengangkut berupa xylem dan floem.
3. Tempat menyimpan cadangan makanan.
4. Merupakan alat perkembangbiakan vegetatif, contohnya batang mangga yang dicangkok.
5. Tempat melekatnya daun untuk mendapatkan cahaya matahari.
6. Tempat melekatnya bunga agar mudah melakukan penyerbukan.
7. Tempat melekatnya buah.
B. Morfologi Batang
1. Batang Tumbuhan Herba
Batangnya lunak dan berwarna hijau (karena terdapat klorofil), memiliki stomata, sedikit/tidak ada kambium (jaringan kayu), berukuran kecil, dan usianya relatif singkat. Contohnya : jagung, bayam, kangkung, bunga matahari dan lain – lain.
2. Batang Tumbuhan Berkayu
Batangnya keras dan berwarna coklat, memiliki kambium (jaringan kayu) dan lentisel, ukurannya besar akibat dari aktifitas pertumbuhan jaringan meristem kambium, usianya relatif panjang. Contohnya : mangga, durian, rambutan dan lain – lain.
1. Batang Tumbuhan Herba
Batangnya lunak dan berwarna hijau (karena terdapat klorofil), memiliki stomata, sedikit/tidak ada kambium (jaringan kayu), berukuran kecil, dan usianya relatif singkat. Contohnya : jagung, bayam, kangkung, bunga matahari dan lain – lain.
2. Batang Tumbuhan Berkayu
Batangnya keras dan berwarna coklat, memiliki kambium (jaringan kayu) dan lentisel, ukurannya besar akibat dari aktifitas pertumbuhan jaringan meristem kambium, usianya relatif panjang. Contohnya : mangga, durian, rambutan dan lain – lain.
C. Anatomi Batang
1. Tumbuhan Herba
Jaringan epidermis (kulit luar) tersusun atas sel-sel yang tipis dan memiliki stomata sebagai tempat pertukaran udara. Pada lapisan korteks, sel – selnya mengandung klorofil sehingga batang tumbuhan herba dapat berfotosintesis. Batangnya tidak memiliki jaringan kayu (kambium) dan tidak mengandung gabus. Tumbuhan herba memiliki jaringan penyokong berupa kolenkim dan sklerenkim untuk menopang daun.
2. Tumbuhan Berkayu
1. Tumbuhan Herba
Jaringan epidermis (kulit luar) tersusun atas sel-sel yang tipis dan memiliki stomata sebagai tempat pertukaran udara. Pada lapisan korteks, sel – selnya mengandung klorofil sehingga batang tumbuhan herba dapat berfotosintesis. Batangnya tidak memiliki jaringan kayu (kambium) dan tidak mengandung gabus. Tumbuhan herba memiliki jaringan penyokong berupa kolenkim dan sklerenkim untuk menopang daun.
2. Tumbuhan Berkayu
a. Epidermis (Kulit luar)
Epidermis (kulit luar ) berfungsi sebagai jaringan pelindung. Struktur sel penyusun terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat dan berdinding tebal karena dilapisi kutikula. Kutikula atau zat lilin berfungsi untuk mempertahankan kadar air dalam batang. Modifikasi jaringan epidermis pada batang membentuk lenti sel, sel silica dan sel gabus. Lenti sel berfungsi sebagai tempat pertukaran gas (oksigen dan karbondioksida).
Epidermis (kulit luar ) berfungsi sebagai jaringan pelindung. Struktur sel penyusun terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat dan berdinding tebal karena dilapisi kutikula. Kutikula atau zat lilin berfungsi untuk mempertahankan kadar air dalam batang. Modifikasi jaringan epidermis pada batang membentuk lenti sel, sel silica dan sel gabus. Lenti sel berfungsi sebagai tempat pertukaran gas (oksigen dan karbondioksida).
b. Korteks (Kulit pertama)
Korteks (kulit luar) berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan berupa zat tepung/pati yang dihasilkan oleh sel-sel floeterma dan tempat pertukaran gas. Korteks tersusun dari beberapa lapis sel berdinding tipis dan memiliki banyak ruang antar sel. Korteks memiliki jaringan penyokong berupa parenkim yang disebut aerenkim dan jaringan penguat berupa kolenkim yang berfungsi untuk kelentingan batang, sklerenkim berfungsi untuk menahan tekanan, dan fiber berfungsi untuk menahan tarikan.
Korteks (kulit luar) berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan berupa zat tepung/pati yang dihasilkan oleh sel-sel floeterma dan tempat pertukaran gas. Korteks tersusun dari beberapa lapis sel berdinding tipis dan memiliki banyak ruang antar sel. Korteks memiliki jaringan penyokong berupa parenkim yang disebut aerenkim dan jaringan penguat berupa kolenkim yang berfungsi untuk kelentingan batang, sklerenkim berfungsi untuk menahan tekanan, dan fiber berfungsi untuk menahan tarikan.
c. Endodermis (Kulit Dalam)
Endodermis (kulit dalam) tersusun atas satu lapis sel. Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Tumbuhan angiospermae memiliki endodermis yang mengandung zat tepung sedangkan pada tumbuhan gymnospermae endodermisnya tidak mengandung zat tepung.
Endodermis (kulit dalam) tersusun atas satu lapis sel. Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Tumbuhan angiospermae memiliki endodermis yang mengandung zat tepung sedangkan pada tumbuhan gymnospermae endodermisnya tidak mengandung zat tepung.
d. Stele/Silinder Pusat
Stele/silinder pusat merupakan susunan bagian dalam batang dan disebut juga perisikel. Pada bagian ini, terdapat jaringan pengangkut xylem dan floem. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan, sedangkan xylem berfungsi mengangkut zat hara, air, dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis. Stele memiliki kambium (jaringan kayu ) yang tersusun diantara xylem dan floem. Kambium merupakan jaringan meristem yang terus tumbuh ke arah luar membentuk floem dan tumbuh ke arah dalam membentuk xylem. Kambium hanya terdapat pada tumbuhan dikotil. Letak berkas pengangkut tumbuhan dikotil tersusun secara teratur, xylem di bagian dalam dan floem di bagian luar. Letak berkas pengangkut tumbuhan monokotil tersebar/tak teratur, xylem dan floem tersusun berdampingan dan tanpa kambium. Pertumbuhan jaringan meristem kambium setiap tahun membentuk lingkaran tahun yang menunjukkan umur tumbuhan.
Stele/silinder pusat merupakan susunan bagian dalam batang dan disebut juga perisikel. Pada bagian ini, terdapat jaringan pengangkut xylem dan floem. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan, sedangkan xylem berfungsi mengangkut zat hara, air, dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis. Stele memiliki kambium (jaringan kayu ) yang tersusun diantara xylem dan floem. Kambium merupakan jaringan meristem yang terus tumbuh ke arah luar membentuk floem dan tumbuh ke arah dalam membentuk xylem. Kambium hanya terdapat pada tumbuhan dikotil. Letak berkas pengangkut tumbuhan dikotil tersusun secara teratur, xylem di bagian dalam dan floem di bagian luar. Letak berkas pengangkut tumbuhan monokotil tersebar/tak teratur, xylem dan floem tersusun berdampingan dan tanpa kambium. Pertumbuhan jaringan meristem kambium setiap tahun membentuk lingkaran tahun yang menunjukkan umur tumbuhan.
e. Empulur
Terletak di tengah stele yang tersusun dari sel parenkim. Empulur berfungsi sebagai tempat perlintasan air dan zat - zat makanan.
Terletak di tengah stele yang tersusun dari sel parenkim. Empulur berfungsi sebagai tempat perlintasan air dan zat - zat makanan.
C.Perbedaan Struktur Batang Monokotil dengan Batang Dikotil
1. Struktur Batang Monokotil
Tumbuhan monokotil memiliki batang yang tidak bercabang, berkas pembuluh angkutnya (xylem dan floem) tersebar/tak teratur, xylem dan floem berdampingan, tidak mempunyai jari-jari empulur, tidak memiliki kambium (zat kayu) sehingga batangnya tidak dapat membesar, dan tidak dapat dicangkok.
2. Struktur Batang Dikotil
Batangnya mengalami percabangan, berkas pembuluh angkutnya teratur, xylem di dalam dan floem di luar, mempunyai jari-jari empulur dan kambium (zat kayu) sehingga dapat membesar dan berguna sebagai alat perkembangbiakan vegetatif tumbuhan, dan jaringan korteks dengan jaringan empulurnya sudah dapat dibedakan.
1. Struktur Batang Monokotil
Tumbuhan monokotil memiliki batang yang tidak bercabang, berkas pembuluh angkutnya (xylem dan floem) tersebar/tak teratur, xylem dan floem berdampingan, tidak mempunyai jari-jari empulur, tidak memiliki kambium (zat kayu) sehingga batangnya tidak dapat membesar, dan tidak dapat dicangkok.
2. Struktur Batang Dikotil
Batangnya mengalami percabangan, berkas pembuluh angkutnya teratur, xylem di dalam dan floem di luar, mempunyai jari-jari empulur dan kambium (zat kayu) sehingga dapat membesar dan berguna sebagai alat perkembangbiakan vegetatif tumbuhan, dan jaringan korteks dengan jaringan empulurnya sudah dapat dibedakan.
Selasa, 13 September 2016
Struktur akar pada tumbuhan
Akar merupakan salah satu organ penting bagi tumbuhan. Akar berfungsi
sebagai organ penyerap air dan garam mineral dari dalam tanah. Selain
itu, akar dapat befungsi sebagai tempat melekatnya tumbuhan dan
penyimpan cadangan makanan, contohnya pada singkong dan wortel. Akar
memiliki bulu-bulu halus yang dinamakan bulu akar. Bulu akar ini
memiliki peranan penting untuk proses penyerapan air dan garam mineral
di dalam tanah. Tidak semua jenis tumbuhan memiliki bentuk akar yang
sama, contohnya pada tumbuhan dikotil dan monokotil. Perbedaan keduanya
dapat terlihat saat proses perkecambahan berlangsung. Tumbuhan dikotil
memiliki satu akar utama yang dapat membentuk cabang, sedangkan tumbuhan
monokotil tidak memiliki akar utama. Secara umum, struktur akar
tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu struktur akar bagian luar (morfologi)
dan struktur akar bagian dalam (anatomi).
A.Pertumbuhan Akar
Tahukah kamu tentang meristem ? Meristem merupakan jaringan tumbuhan yang selnya selalu membelah. Tumbuhan dapat tumbuh memanjang karena adanya meristem apikal yang terdapat di ujung akar dan ujung batang. Pertumbuhan memanjang pada tumbuhan disebut pertumbuhan primer. Selain pertumbuhan primer, tumbuhan juga mengalami pertumbuhan melebar karena adanya meristem lateral, contohnya kambium yang terdapat dalam jaringan pengangkut (xylem dan floem). Pertumbuhan melebar disebut juga pertumbuhan sekunder.
Tahukah kamu tentang meristem ? Meristem merupakan jaringan tumbuhan yang selnya selalu membelah. Tumbuhan dapat tumbuh memanjang karena adanya meristem apikal yang terdapat di ujung akar dan ujung batang. Pertumbuhan memanjang pada tumbuhan disebut pertumbuhan primer. Selain pertumbuhan primer, tumbuhan juga mengalami pertumbuhan melebar karena adanya meristem lateral, contohnya kambium yang terdapat dalam jaringan pengangkut (xylem dan floem). Pertumbuhan melebar disebut juga pertumbuhan sekunder.
B. Struktur akar bagian luar (morfologi)
1. Pangkal akar merupakan bagian akar yang terhubung dengan pangkal batang.
2. Ujung akar merupakan daerah meristematik yang sifatnya selalu membelah.
3. Batang akar merupakan bagian akar yang terletak diantara pangkal akar dan ujung akar.
4. Cabang akar merupakan akar yang keluar dari akar pokok tetapi tidak berbatasan langsung dengan pangkal batang.
5. Serabut akar merupakan cabang akar yang ukurannya paling kecil.
6. Rambut akar merupakan penonjolan sel akar yang berukuran panjang dan berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
7. Tudung akar merupakan bagian akar yang terletak paling ujung dan berfungsi sebagai pelindung ujung akar dari kerusakan saat menembus tanah.
1. Pangkal akar merupakan bagian akar yang terhubung dengan pangkal batang.
2. Ujung akar merupakan daerah meristematik yang sifatnya selalu membelah.
3. Batang akar merupakan bagian akar yang terletak diantara pangkal akar dan ujung akar.
4. Cabang akar merupakan akar yang keluar dari akar pokok tetapi tidak berbatasan langsung dengan pangkal batang.
5. Serabut akar merupakan cabang akar yang ukurannya paling kecil.
6. Rambut akar merupakan penonjolan sel akar yang berukuran panjang dan berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
7. Tudung akar merupakan bagian akar yang terletak paling ujung dan berfungsi sebagai pelindung ujung akar dari kerusakan saat menembus tanah.
C. Struktur akar bagian dalam (anatomi)
1. Epidermis ( Lapisan Terluar )
Merupakan lapisan sel yang tersusun rapat dan berdinding tipis. Di daerah ujung akar, sebagian selnya mengalami modifikasi menjadi bulu-bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan.
2. Korteks ( Lapisan antara Epidermis dan Silinder Pusat)
Pada bagian ini, terdapat lapisan sel yang susunannya tidak teratur dan memiliki banyak ruang antar sel. Korteks berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan tempat pertukaran udara saat respirasi.
3. Endodermis ( Lapisan antara Stele dan Korteks)
Merupakan pemisah antara korteks dan silinder pusat. Lapisan endodermis terletak di sebelah korteks yang sel-selnya tersusun rapat. Sel-sel endodermis membentuk penebalan zat suberin dan lignin yang biasa disebut pita kaspari. Pita kaspari berfungsi untuk melindungi akar saat pengangkutan air dan garam mineral. Tujuannya agar air tidak langsung masuk ke dalam endodermis melainkan tertahan di bagian korteks.
4. Silinder Pusat (Stele)
Bagian ini tersusun atas berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. Bagian luar dari stele yang berbatasan dengan endodermis disebut perisikel. Bagian ini tersusun atas sel-sel parenkim yang bersifat meristematik dan mampu membentuk akar cabang (perikambium). Bagian dalam perisikel terdiri dari berkas pengangkut xilem dan floem. Pada tumbuhan dikotil, berkas pengangkut mengumpul di bagian tengah silinder pusat dan tersusun seperti bintang, sedangkan pada tumbuhan monokotil, berkas pengangkutnya tersusun berselang-seling. Dalam silinder pusat terjadi proses pengangkutan air dan garam mineral melalui berkas pengangkut.
a. Pembuluh kayu (xylem) terdapat pada bagian kayu
Pembuluh kayu berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun melalui batang.
b. Pembuluh tapis (floem) terdapat pada bagian kulit
Pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
1. Epidermis ( Lapisan Terluar )
Merupakan lapisan sel yang tersusun rapat dan berdinding tipis. Di daerah ujung akar, sebagian selnya mengalami modifikasi menjadi bulu-bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan.
2. Korteks ( Lapisan antara Epidermis dan Silinder Pusat)
Pada bagian ini, terdapat lapisan sel yang susunannya tidak teratur dan memiliki banyak ruang antar sel. Korteks berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan tempat pertukaran udara saat respirasi.
3. Endodermis ( Lapisan antara Stele dan Korteks)
Merupakan pemisah antara korteks dan silinder pusat. Lapisan endodermis terletak di sebelah korteks yang sel-selnya tersusun rapat. Sel-sel endodermis membentuk penebalan zat suberin dan lignin yang biasa disebut pita kaspari. Pita kaspari berfungsi untuk melindungi akar saat pengangkutan air dan garam mineral. Tujuannya agar air tidak langsung masuk ke dalam endodermis melainkan tertahan di bagian korteks.
4. Silinder Pusat (Stele)
Bagian ini tersusun atas berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. Bagian luar dari stele yang berbatasan dengan endodermis disebut perisikel. Bagian ini tersusun atas sel-sel parenkim yang bersifat meristematik dan mampu membentuk akar cabang (perikambium). Bagian dalam perisikel terdiri dari berkas pengangkut xilem dan floem. Pada tumbuhan dikotil, berkas pengangkut mengumpul di bagian tengah silinder pusat dan tersusun seperti bintang, sedangkan pada tumbuhan monokotil, berkas pengangkutnya tersusun berselang-seling. Dalam silinder pusat terjadi proses pengangkutan air dan garam mineral melalui berkas pengangkut.
a. Pembuluh kayu (xylem) terdapat pada bagian kayu
Pembuluh kayu berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun melalui batang.
b. Pembuluh tapis (floem) terdapat pada bagian kulit
Pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Minggu, 11 September 2016
Sistem pencernaan dan energi makanan
Makanan merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Kurangnya asupan
nutrisi dari makanan dapat menghambat aktivitas tubuh. Tiap makanan
mengandung nutrisi yang bervariasi. Secara umum, nutrisi makanan dapat
dikelompokkan ke dalam golongan makronutrisi dan mikronutrisi.
Makronutrisi adalah unsur pokok yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan
energi. Sementara mikronutrisi adalah unsur yang diperlukan tubuh dalam
jumlah sedikit. Makronutrisi terdiri atas karbohidrat, protein, dan
lemak. Mikronutrisi terdiri atas vitamin dan mineral.
Setiap nutrisi yang kita konsumsi mengandung jumlah energi yang berbeda. Energi dinyatakan dalam satuan kalori (kal). Tiap aktivitas memerlukan kalori yang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelamin.
Setiap nutrisi yang kita konsumsi mengandung jumlah energi yang berbeda. Energi dinyatakan dalam satuan kalori (kal). Tiap aktivitas memerlukan kalori yang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelamin.
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber penghasil energi dan panas. Karbohidrat
dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu gula, zat tepung (pati), dan
serat.
a. Gula
Gula merupakan karbohidrat sederhana yang terdapat dalam madu, buah-buahan, dan susu.
b. Pati
Pati dapat ditemukan pada kentang dan bahan makanan yang berasal dari biji-bijian, termasuk beras.
c. Serat
Serat terdapat pada aneka sayuran, kacang-kacangan, sereal, roti, dan buah-buahan. Serat tidak dapat dicerna di dalam tubuh, namun berperan penting dalam melancarkan pembuangan dari usus besar.
a. Gula
Gula merupakan karbohidrat sederhana yang terdapat dalam madu, buah-buahan, dan susu.
b. Pati
Pati dapat ditemukan pada kentang dan bahan makanan yang berasal dari biji-bijian, termasuk beras.
c. Serat
Serat terdapat pada aneka sayuran, kacang-kacangan, sereal, roti, dan buah-buahan. Serat tidak dapat dicerna di dalam tubuh, namun berperan penting dalam melancarkan pembuangan dari usus besar.
2. Protein
Protein merupakan nutrisi yang bermanfaat untuk pertumbuhan sel,
mengganti bagian tubuh yang rusak, serta membentuk enzim, hormon, dan
sistem kekebalan tubuh. Protein dibentuk oleh molekul-molekul yang
disebut asam amino. Sebagian besar asam amino dapat diproduksi di dalam
tubuh. Asam amino ini disebut asam amino esensial. Asam amino yang tidak
dapat dihasilkan di dalam tubuh disebut asam amino nonesensial.
Berdasarkan sumbernya, protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani. Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan, contohnya kacang-kacangan, tempe, tahu, dan roti. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, contohnya telur, susu, daging ikan, daging sapi, dan daging unggas.
3. LemakBerdasarkan sumbernya, protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani. Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan, contohnya kacang-kacangan, tempe, tahu, dan roti. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, contohnya telur, susu, daging ikan, daging sapi, dan daging unggas.
Berdasarkan sumbernya, lemak dapat dibedakan menjadi lemak nabati dan
lemak hewani. Lemak nabati terdapat pada avokad, biji bunga matahari,
dan kacang-kacangan. Lemak hewani terdapat pada daging hewan dan telur.
Berdasarkan struktur kimianya, lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh merupakan lemak hewani yang telah diolah, contohnya mentega dan keju. Lemak tak jenuh merupakan lemak hewani yang masih alami. Lemak tak jenuh lebih sehat dibanding lemak jenuh.
Lemak memiliki banyak manfaat, antara lain:
a. sumber energi;
b. bahan untuk pertumbuhan, pembentukan, dan perbaikan sel;
c. bahan pelarut vitamin A, D, E, dan vitamin K; serta
d. bahan pembentuk sistem kekebalan tubuh.
4. VitaminBerdasarkan struktur kimianya, lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh merupakan lemak hewani yang telah diolah, contohnya mentega dan keju. Lemak tak jenuh merupakan lemak hewani yang masih alami. Lemak tak jenuh lebih sehat dibanding lemak jenuh.
Lemak memiliki banyak manfaat, antara lain:
a. sumber energi;
b. bahan untuk pertumbuhan, pembentukan, dan perbaikan sel;
c. bahan pelarut vitamin A, D, E, dan vitamin K; serta
d. bahan pembentuk sistem kekebalan tubuh.
Vitamin diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit. Meski demikian,
vitamin memiliki peran yang cukup penting, antara lain menjaga kesehatan
tubuh dan mencegah timbulnya penyakit. Kekurangan vitamin dapat
menyebabkan fungsi metabolisme tubuh terganggu. Kondisi ini disebut
avitaminosis. Sebaliknya, kelebihan vitamin juga dapat mengganggu
metabolisme. Beberapa vitamin ada yang larut dalam lemak, contohnya
vitamin A, D, E, dan vitamin K. Vitamin yang lain larut dalam air,
contohnya vitamin B dan vitamin C. Berikut ini dapat kita perhatikan
contoh vitamin, fungsi, dan sumber makanannya.

Sama seperti vitamin, mineral juga diperlukan dalam jumlah sedikit.
Meski demikian, perannya di dalam tubuh tidak dapat dianggap remeh.
Berikut ini terdapat beberapa jenis mineral yang diperlukan tubuh.
Selain vitamin dan mineral, tubuh juga memerlukan air.
Sekitar 70% dari tubuh kita terdiri atas air. Air merupakan pelarut
tubuh yang paling baik. Fungsi lain dari air, antara lain mengatur suhu
tubuh, membuang kotoran atau racun dari dalam tubuh melalui urin dan
keringat, serta melarutkan zat-zat makanan. Tubuh manusia memerlukan
sedikitnya 2,5 L air per hari.
Sabtu, 10 September 2016
Sistem pencernaan dan kaitannya dengan sistem peredaran darah
Makhluk hidup memerlukan makanan dan oksigen untuk kelangsungan
hidupnya. Sistem peredaran darah memungkinkan sari-sari makanan dan
oksigen diedarkan ke seluruh tubuh dengan darah sebagai alat
pengangkutnya.
Sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup, artinya darah beredar di dalam pembuluh-pembuluh yang saling berhubungan. Peredaran darah mempunyai beberapa fungsi, antara lain:
1. mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh;
2. mengangkut sisa hasil metabolisme dari sel tubuh ke organ ekskresi;
3. sebagai sistem kekebalan tubuh;
4. mengangkut oksigen dari sistem respirasi ke sel tubuh dan mengangkut karbon dioksida keluar dari sel tubuh; dan
5. menjaga keseimbangan cairan tubuh dan kestabilan suhu tubuh.
Sistem peredaran darah terdiri atas dua bagian utama, yaitu darah dan organ peredaran darah.
Sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup, artinya darah beredar di dalam pembuluh-pembuluh yang saling berhubungan. Peredaran darah mempunyai beberapa fungsi, antara lain:
1. mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh;
2. mengangkut sisa hasil metabolisme dari sel tubuh ke organ ekskresi;
3. sebagai sistem kekebalan tubuh;
4. mengangkut oksigen dari sistem respirasi ke sel tubuh dan mengangkut karbon dioksida keluar dari sel tubuh; dan
5. menjaga keseimbangan cairan tubuh dan kestabilan suhu tubuh.
Sistem peredaran darah terdiri atas dua bagian utama, yaitu darah dan organ peredaran darah.
Darah
Komponen darah tersusun atas cairan (plasma darah) dan sel darah.
Plasma darah merupakan bagian dari darah yang berupa cairan. Kandungannya, antara lain sari-sari makanan, oksigen, karbon dioksida, hormone, enzim, dan antibodi.
Sel darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
Komponen darah tersusun atas cairan (plasma darah) dan sel darah.
Plasma darah merupakan bagian dari darah yang berupa cairan. Kandungannya, antara lain sari-sari makanan, oksigen, karbon dioksida, hormone, enzim, dan antibodi.
Sel darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
Sel darah merah
Sel darah merah (eritrosit)memegang peran penting dalam pengangkutan oksigen, sari-sari makanan, dan karbon dioksida. Sel ini bentuknya bulat pipih dengan bagian tengah yang cekung, dan tidak berinti.
Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum merah. Sel darah merah kaya akan hemoglobin (Hb).
Sel darah merah (eritrosit)memegang peran penting dalam pengangkutan oksigen, sari-sari makanan, dan karbon dioksida. Sel ini bentuknya bulat pipih dengan bagian tengah yang cekung, dan tidak berinti.
Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum merah. Sel darah merah kaya akan hemoglobin (Hb).
Sel darah putih
Sel darah putih (leukosit) fungsi utamanya adalah menjaga daya tahan tubuh dengan melawan bibit penyakit dan membentuk antibodi. Ukuran sel darah putih lebih besar dibanding sel darah merah, sel ini juga mempunyai inti, sedikit mengandung hemoglobin, dan warnaya transparan. Sel darah putih dibedakan menjadi granulosit (sel darah putih bergranula) dan agranulosit (sel darah putih tidak bergranula). Granulosit terdiri atas neutrofil, eosinofil, dan basofil. Agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit.
Sel darah putih (leukosit) fungsi utamanya adalah menjaga daya tahan tubuh dengan melawan bibit penyakit dan membentuk antibodi. Ukuran sel darah putih lebih besar dibanding sel darah merah, sel ini juga mempunyai inti, sedikit mengandung hemoglobin, dan warnaya transparan. Sel darah putih dibedakan menjadi granulosit (sel darah putih bergranula) dan agranulosit (sel darah putih tidak bergranula). Granulosit terdiri atas neutrofil, eosinofil, dan basofil. Agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit.
Keping darah
Keping darah (trombosit) berperan dalam proses pembekuan darah agar saat ada bagian tubuh yang terluka, darah tidak terus mengalir. Bentuk trombosit beragam, ada yang bulat, oval, atau memanjang. Trombosit tidak mempunyai inti sel dan bergranula.
Keping darah (trombosit) berperan dalam proses pembekuan darah agar saat ada bagian tubuh yang terluka, darah tidak terus mengalir. Bentuk trombosit beragam, ada yang bulat, oval, atau memanjang. Trombosit tidak mempunyai inti sel dan bergranula.
Organ peredaran darah
Organ peredaran darah manusia meliputi jantung dan pembuluh darah.
Jantung
Jantung memegang peran penting dalam memompa darah sehingga bisa diedarkan ke seluruh tubuh. Jantung terbagi menjadi empat ruangan, yaitu serambi (atrium) kanan, serambi kiri, bilik (ventrikel) kanan, dan bilik kiri. Bilik jantung ukurannya lebih besar dan dindingnya lebih tebal dibanding serambi. Bilik kiri mempunyai dinding yang lebih tebal dibanding bilik kanan. Ini karena fungsi bilik kiri mempompa darah ke seluruh pembuluh yang terdapat pada tubuh, sementara bilik kanan memompa darah menuju paru-paru.
Organ peredaran darah manusia meliputi jantung dan pembuluh darah.
Jantung
Jantung memegang peran penting dalam memompa darah sehingga bisa diedarkan ke seluruh tubuh. Jantung terbagi menjadi empat ruangan, yaitu serambi (atrium) kanan, serambi kiri, bilik (ventrikel) kanan, dan bilik kiri. Bilik jantung ukurannya lebih besar dan dindingnya lebih tebal dibanding serambi. Bilik kiri mempunyai dinding yang lebih tebal dibanding bilik kanan. Ini karena fungsi bilik kiri mempompa darah ke seluruh pembuluh yang terdapat pada tubuh, sementara bilik kanan memompa darah menuju paru-paru.
Pembuluh darah
Pembuluh darah bertugas mengalirkan darah menuju atau keluar dari jantung. Pembuluh darah dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena). Pada jantung terdapat arteri yang berukuran besar dan dikenal sebagai aorta. Fungsinya, mengalirkan darah bersih ke seluruh pembuluh darah dalam tubuh. Vena biasanya tampak kebiru-biruan karena karena darahnya kaya akan karbon dioksida. Berikut ini dapat kamu perhatikan perbedaan antara arteri dan vena.
Tabel 1. Perbedaan Pembuluh Arteri dan Vena
Pembuluh darah bertugas mengalirkan darah menuju atau keluar dari jantung. Pembuluh darah dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena). Pada jantung terdapat arteri yang berukuran besar dan dikenal sebagai aorta. Fungsinya, mengalirkan darah bersih ke seluruh pembuluh darah dalam tubuh. Vena biasanya tampak kebiru-biruan karena karena darahnya kaya akan karbon dioksida. Berikut ini dapat kamu perhatikan perbedaan antara arteri dan vena.
Tabel 1. Perbedaan Pembuluh Arteri dan Vena
Peredaran darah dalam tubuh
Siklus peredaran di dalam tubuh adalah sebagai berikut.
1. Vena cava superior dan vena cara inferior yang mengandung darah kotor dari seluruh tubuh, masuk ke serambi kanan.
2. Dari serambi kanan, darah masuk ke bilik kanan melalui katup trikuspidalis.
3. Dari bilik kanan darah masuk paru-paru, melalui arteri pulmonalis. Di paru-paru, terjadi pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.
4. Darah bersih yang kaya akan oksigen masuk ke serambi kiri melalui vena pulmonalis.
5. Dari serambi kiri, darah masuk ke bilik kiri melalui katup bikuspidalis.
6. Dari bilik kiri, darah dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta (arteri besar). Darah kotor yang kaya akan karbon dioksida kembali diangkut dari seluruh tubuh melalui vena.
Setiap kali beredar, darah masuk ke jantung dua kali. Karena itu, sistem peredaran darah manusia juga dikenal dengan sistem peredaran darah ganda. Sistem peredaran darah ini meliputi sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar.
Siklus peredaran di dalam tubuh adalah sebagai berikut.
1. Vena cava superior dan vena cara inferior yang mengandung darah kotor dari seluruh tubuh, masuk ke serambi kanan.
2. Dari serambi kanan, darah masuk ke bilik kanan melalui katup trikuspidalis.
3. Dari bilik kanan darah masuk paru-paru, melalui arteri pulmonalis. Di paru-paru, terjadi pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.
4. Darah bersih yang kaya akan oksigen masuk ke serambi kiri melalui vena pulmonalis.
5. Dari serambi kiri, darah masuk ke bilik kiri melalui katup bikuspidalis.
6. Dari bilik kiri, darah dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta (arteri besar). Darah kotor yang kaya akan karbon dioksida kembali diangkut dari seluruh tubuh melalui vena.
Setiap kali beredar, darah masuk ke jantung dua kali. Karena itu, sistem peredaran darah manusia juga dikenal dengan sistem peredaran darah ganda. Sistem peredaran darah ini meliputi sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar.
Sistem peredaran darah kecil: jantung → paru-paru → jantung
Sistem peredaran darah besar: jantung → seluruh tubuh → jantung
Sistem peredaran darah besar: jantung → seluruh tubuh → jantung
Kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah manusia
Tabel 2. Macam-macam Kelainan dalam Darah
Tabel 2. Macam-macam Kelainan dalam Darah
Jumat, 09 September 2016
Sistem pernafasan dan kaitannya dengan sistem pencernaan
Sepintas, sistem pencernaan dan sistem pernapasan tampak tidak saling
berhubungan dan bekerja sendiri-sendiri. Padahal keduanya saling
berhubungan agar dapat bekerja dengan baik. Sistem pencernaan sangat
bergantung pada sistem pernapasan. Sebagai contoh, otot polos di dalam
lambung bergerak mengubah makanan menjadi bubur. Pergerakan ini hanya
dapat terjadi jika otot berkontraksi. Kontraksi otot memerlukan oksigen
yang diperoleh melalui pernapasan.
Organ pernapasan
Manusia memerlukan energi agar dapat beraktivitas. Energi diperoleh dari zat makanan. Di dalam tubuh, zat makanan bereaksi dengan oksigen. Reaksi ini dikenal dengan sebutan oksidasi biologi. Selama proses ini berlangsung, terjadi pembentukan energi, karbon dioksida, dan air. Energi digunakan untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan kegiatan tubuh yang lain. Saat bernapas, kita menghirup oksigen dari udara, kemudian mengembuskan karbon dioksida ke luar tubuh. Di dalam tubuh, oksigen harus melewati organ-organ pernapasan yang meliputi hidung, tekak (faring) dan pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), cabang tenggorokan (bronkus), dan paru paru.
Manusia memerlukan energi agar dapat beraktivitas. Energi diperoleh dari zat makanan. Di dalam tubuh, zat makanan bereaksi dengan oksigen. Reaksi ini dikenal dengan sebutan oksidasi biologi. Selama proses ini berlangsung, terjadi pembentukan energi, karbon dioksida, dan air. Energi digunakan untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan kegiatan tubuh yang lain. Saat bernapas, kita menghirup oksigen dari udara, kemudian mengembuskan karbon dioksida ke luar tubuh. Di dalam tubuh, oksigen harus melewati organ-organ pernapasan yang meliputi hidung, tekak (faring) dan pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), cabang tenggorokan (bronkus), dan paru paru.
Hidung
Rongga hidung merupakan jalan lewatnya udara dari dan menuju paru-paru. Di sini, udara yang kita hirup akan disaring melalui rambut hidung dan selaput lendir agar bebas dari kotoran dan bakteri. Di dalam rongga hidung, suhu udara yang masuk akan disesuaikan
dengan suhu tubuh oleh pembuluh darah kapiler.
Rongga hidung merupakan jalan lewatnya udara dari dan menuju paru-paru. Di sini, udara yang kita hirup akan disaring melalui rambut hidung dan selaput lendir agar bebas dari kotoran dan bakteri. Di dalam rongga hidung, suhu udara yang masuk akan disesuaikan
dengan suhu tubuh oleh pembuluh darah kapiler.
Tekak dan pangkal tenggorokan
Setelah melewati hidung, udara masuk ke faring. Faring adalah percabangan antara tenggorokan dan kerongkongan (saluran pencernaan). Di bawah faring terdapat pangkal tenggorokan (laring). Pada laring terdapat epiglotis, yaitu katup yang berfungsi menutup laring saat kita menelan makanan sehingga tidak masuk ke saluran pernapasan.
Setelah melewati hidung, udara masuk ke faring. Faring adalah percabangan antara tenggorokan dan kerongkongan (saluran pencernaan). Di bawah faring terdapat pangkal tenggorokan (laring). Pada laring terdapat epiglotis, yaitu katup yang berfungsi menutup laring saat kita menelan makanan sehingga tidak masuk ke saluran pernapasan.
Batang tenggorokan
Batang tenggorokan (trakea) adalah saluran panjang dan berongga yang tersusun atas tulang-tulang rawan. Pada trakea terdapat rambut getar yang berfungsi menyaring kotoran atau debu agar tidak masuk ke paru-paru.
Batang tenggorokan (trakea) adalah saluran panjang dan berongga yang tersusun atas tulang-tulang rawan. Pada trakea terdapat rambut getar yang berfungsi menyaring kotoran atau debu agar tidak masuk ke paru-paru.
Bronkus
Pada bagian bawah batang tenggorokan terdapat dua cabang yang dikenal dengan sebutan bronkus. Kedua cabang ini terletak di sebelah kanan dan kiri. Bronkus sebelah kanan ukurannya lebih besar dibanding sebelah kiri. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus yang menuju lobus paru-paru. Bronkiolus juga mengalami percabangan yang berakhir pada alveolus. Alveolus berfungsi memberi ruang bagi pertukaran gas antara udara dan darah.
Pada bagian bawah batang tenggorokan terdapat dua cabang yang dikenal dengan sebutan bronkus. Kedua cabang ini terletak di sebelah kanan dan kiri. Bronkus sebelah kanan ukurannya lebih besar dibanding sebelah kiri. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus yang menuju lobus paru-paru. Bronkiolus juga mengalami percabangan yang berakhir pada alveolus. Alveolus berfungsi memberi ruang bagi pertukaran gas antara udara dan darah.
Paru-paru
Paru-paru terdiri atas dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang terdiri atas tiga lobus dan paru-paru kiri yang terdiri atas dua lobus. Paru-paru diselimuti oleh dua lapis selaput (pleura), yaitu selaput dalam dan lelaput luar. Di antara keduanya terdapat rongga berisi cairan untuk menjaga paru-paru dari infeksi akibat gesekan saat bernapas. Struktur paru-paru meyerupai spons yang elastis. Alveolus yang merupakan tempat bermuaranya kapiler-kapiler darah, memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida. Saat bernapas, paru-paru dapat mengembang dan mengempis karena kerja otot antar tulang rusuk dan diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut.
Paru-paru terdiri atas dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang terdiri atas tiga lobus dan paru-paru kiri yang terdiri atas dua lobus. Paru-paru diselimuti oleh dua lapis selaput (pleura), yaitu selaput dalam dan lelaput luar. Di antara keduanya terdapat rongga berisi cairan untuk menjaga paru-paru dari infeksi akibat gesekan saat bernapas. Struktur paru-paru meyerupai spons yang elastis. Alveolus yang merupakan tempat bermuaranya kapiler-kapiler darah, memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida. Saat bernapas, paru-paru dapat mengembang dan mengempis karena kerja otot antar tulang rusuk dan diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut.
Mekanisme pernapasan
Bernapas merupakan proses pertukaran antara udara di atmosfer dan udara di dalam alveolus paru-paru. Saat bernapas, terjadi inspirasi (menghirup napas) dan ekspirasi (mengembuskan napas). Saat inspirasi, oksigen masuk ke dalam pembuluh kapiler secara difusi dengan menembus dinding alveolus. Di saat yang sama, karbon dioksida dari pembuluh kapiler akan masuk ke alveolus dan dikeluarkan melalui rongga hidung. Inilah yang disebut ekspirasi. Berdasarkan gerakan otot yang mengendalikannya, pernapasan dibagi menjadi pernapasan dada (melibatkan otot antartulang rusuk) dan pernapasan perut (melibatkan otot diafragma).
Bernapas merupakan proses pertukaran antara udara di atmosfer dan udara di dalam alveolus paru-paru. Saat bernapas, terjadi inspirasi (menghirup napas) dan ekspirasi (mengembuskan napas). Saat inspirasi, oksigen masuk ke dalam pembuluh kapiler secara difusi dengan menembus dinding alveolus. Di saat yang sama, karbon dioksida dari pembuluh kapiler akan masuk ke alveolus dan dikeluarkan melalui rongga hidung. Inilah yang disebut ekspirasi. Berdasarkan gerakan otot yang mengendalikannya, pernapasan dibagi menjadi pernapasan dada (melibatkan otot antartulang rusuk) dan pernapasan perut (melibatkan otot diafragma).
Volume udara pernapasan
Saat inspirasi, terdapat sekitar 500 mL udara masuk ke dalam saluran pernapasan. Jumlah yang sama bergerak ke luar saat ekspirasi. Hanya sekitar 350 mL udara yang benar-benar mencapai alveolus. Sisanya, 150 mL, berada di hidung, faring, laring, trakea, dan bronkus. Udara yang masuk dan keluar dari saluran pernapasan disebut udara pernapasan atau udara tidal (UT). Udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa disebut udara komplementer (UK). Udara komplementer dapat mencapai 1500 mL. Udara komplementer ditambah dengan udara pernapasan disebut udara kapasitas fungsional inspirasi (KFI). Selain mengembuskan napas secara normal, kita juga masih dapat mengembuskan napas sekuat mungkin untuk mengeluarkan udara dari dalam paru-paru. Volume udara yang diembuskan secara sekuat tenaga disebut udara suplementer atau udara cadangan (UC). Volume udara suplementer adalah sekitar 1500 mL. Saat volume udara suplementer diembuskan, sejumlah udara akan tetap tinggal di dalam paru-paru. Udara ini berfungsi memepertahankan agar alveolus sedikit menggembung. Udara ini disebut udara residu (UR), volumenya sekitar 1.500 mL. Udara cadangan ditambah udara residu disebut kapasitas fungsional residu (KFR). Saat menarik napas sekiat tenaga dan mengembuskannya sekuat tenaga, volume udara yang masuk dan keluar sekitar 4.800 mL. Volume ini disebut kapasitas vital paru-paru (KV). Jumlah total volume udara yang digunakan dalam pernapasan disebut kapasitas total paru-paru (KT). Jumlahnya sekitar 5.000 mL.
Saat inspirasi, terdapat sekitar 500 mL udara masuk ke dalam saluran pernapasan. Jumlah yang sama bergerak ke luar saat ekspirasi. Hanya sekitar 350 mL udara yang benar-benar mencapai alveolus. Sisanya, 150 mL, berada di hidung, faring, laring, trakea, dan bronkus. Udara yang masuk dan keluar dari saluran pernapasan disebut udara pernapasan atau udara tidal (UT). Udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa disebut udara komplementer (UK). Udara komplementer dapat mencapai 1500 mL. Udara komplementer ditambah dengan udara pernapasan disebut udara kapasitas fungsional inspirasi (KFI). Selain mengembuskan napas secara normal, kita juga masih dapat mengembuskan napas sekuat mungkin untuk mengeluarkan udara dari dalam paru-paru. Volume udara yang diembuskan secara sekuat tenaga disebut udara suplementer atau udara cadangan (UC). Volume udara suplementer adalah sekitar 1500 mL. Saat volume udara suplementer diembuskan, sejumlah udara akan tetap tinggal di dalam paru-paru. Udara ini berfungsi memepertahankan agar alveolus sedikit menggembung. Udara ini disebut udara residu (UR), volumenya sekitar 1.500 mL. Udara cadangan ditambah udara residu disebut kapasitas fungsional residu (KFR). Saat menarik napas sekiat tenaga dan mengembuskannya sekuat tenaga, volume udara yang masuk dan keluar sekitar 4.800 mL. Volume ini disebut kapasitas vital paru-paru (KV). Jumlah total volume udara yang digunakan dalam pernapasan disebut kapasitas total paru-paru (KT). Jumlahnya sekitar 5.000 mL.
Gangguan pada sistem pernapasan
Gangguan-gangguan yang terjadi dalam sistem pernapasan ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 1. Macam-macam Gangguan Pernapasan
Gangguan-gangguan yang terjadi dalam sistem pernapasan ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 1. Macam-macam Gangguan Pernapasan

Minggu, 08 Mei 2016
Gerakan kembali menyalakan tradisi menulis
Kita tidak akan pernah
tahu apa yang terjadi di masa lalu jika tidak ada pena yang digerakkan untuk menulis
apa yang telah terjadi. Dengan menulis orang sekaligus berekspresi,
berkomunikasi dan -yang paling penting- meninggalkan jejak pikiran untuk masa
yang tak terhingga. Tulisan juga
memberikan fakta masa silam dan tanpa adanya pena yang digerakkan, sungguh umat
manusia akan sulit berkembang, mencapai kemajuan sains dan teknologi seperti
saat ini. Namun, menulis bukan semata untuk sains dan teknologi, tetapi juga
untuk membangun peradaban. Peradaban, metodologi dan cara pandang tak bisa
lepas dari gagasan dan pemikiran. Pemikiran yang lahir perlu dituangkan dalam
tulisan. “Kendati bukan satu-satunya jalan, menulis dapat mengejawantahkan
eksistensi pelakunya”.
Dalam kontek ilmiah dan
peradaban, gagasan seorang Muhammad Quthb dalam bukunya “Kaifa Naktubu Attarikhul Islam?”
yang diterjemahkan dalam edisi Indonesia dengan judul “Perlukah Menulis
Ulang Sejarah Islam?” menjadi satu kesadaran yang wajar. Mengingat dunia di
abad modern ini telah terhegemoni sedemikian rupa oleh peradaban materialistik
Barat. Senafas dengan apa yang digagas Muhammad Quthb, Ahmad Mansur Suryanegara
termasuk sosok yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menghadirkan
literasi sejarah yang mengangkat kontribusi, kiprah dan perjuangan umat Islam
sebagaimana benar-benar pernah terjadi dalam sejarah panjang bumi Nusantara
hingga terbentuk Indonesia merdeka yang belum ditulis secara komprehensif oleh
pemerintah.
Dan, dengan hadirnya
buku “Api Sejarah”, bangsa Indonesia pun semakin paham bahwa umat Islam tidak
bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Mesti disadari secara ilmiah bahwa dalam setiap masa kehidupan umat
manusia, interaksi peradaban baik yang bersifat saling serang dalam kontek
senjata maupun pikiran tidak bisa ditanggalkan. Termasuk seperti yang sekarang
massif terjadi, yakni perang informasi. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak
boleh tinggal diam, berpangku tangan dengan apa yang menggelegar di setiap
momentum yang mengitari kehidupan bangsa dan negara di mana kita hidup dan
eksis. Gerakan kembali menyalakan tradisi menulis sangat penting untuk
menyadari bahwa selama ini bangsa ini telah terseret jauh dengan cara pandang
peradaban Barat.
Sebagai Muslim yang
mesti juga ber-Indonesia dengan baik, nasehat K.H Agus Salim untuk bangsa ini
yang tertuang dalam artikelnya “Cinta Bangsa dan Tanah Air” yang diterbitkan
pada Harian Fajar Asia di tanggal 28 Juli 1928 “…demikian juga dalam cinta tanah air, kita mesti menunjukkan cita-cita
kepada yang lebih tinggi daripada segala benda dan rupa dunia, yaitu kepada
hak, keadilan, dan keutamaan yang batasnya dan ukurannya telah ditentukan oleh
Allah Subhanahu wa Ta’ala”. Jika dalam Al-Qur’an ada perintah “fastabiqul khairat”, berlomba-lomba
dalam kebaikan, maka sudah saatnya kini generasi muda Muslim bangkit dan
menulis, sebab bagaimanapun Barat juga memiliki berbagai keunggulan; bisa kita
lihat dari etos keilmuannya selama berabad-abad, melalui pena yang terus mereka
gerakkan dan sebarkan.
Selasa, 03 Mei 2016
LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN BIDANG PEMBINAAN ANGGOTA
Himpunan Mahasiswa Islam
Koordinator Komisariat
Universitas Indonesia-Politeknik Negeri
Jakarta
Disampaikan oleh Rachmat P Hadi
Wibowo (Ketua) dan Nadia Dema Devina (Wakil Ketua)
pada 9 Jummadil Akhir 1437 H atau bertepatan
dengan 18 Maret 2016
dalam Musyawarah Koordinator
Komisariat (MUSKOM)
Universitas Indonesia - Politeknik
Negeri Jakarta
“KEWAJIBAN
SETIAP KADER ADALAH MENGKADER DAN DIKADER”
Assalamualaikum.
Wr. Wb.
Yang Terhormat,
Majelis Pengawas
dan Konsultasi Pengurus Koorkom
Ketua Umum HMI Koorkom
Pengurus HMI Koorkom
Pengurus
Komisariat di bawah naungan HMI Koorkom
Seluruh Kader
HMI
Kaderisasi
adalah harga mati bagi semua Organisasi yang ingin tetap mempertahankan
eksistensinya, tanpa adanya kaderisasi sudah dapat dipastikan organisasi akan
mati dan hanya tinggal sejarah, dalam ikhtiar terus melanjukan roda organisasi
dan meneruskan mission HMI, diperlukan sebuah sistem
perkaderan yang masif dan juga realisasi yang sesuai dengan sistem yang
dibangun. Sebagai bidang yang bertanggung jawab
atas pembinaan anggota secara sistemasis, kami mencoba untuk menginventarisir
problem pembinaan di Koorkom UI-PNJ, Kemudian memformulasikan problem solving tersebut dan merealisasikannya dalam bentuk program kerja yang tersistematis
dan terkonsep.
Beberapa problem yang terinventarisasi adalah semakin
minimnya mahasiswa UI-PNJ yang ingin ber-HMI, Basic Training Komisariat yang kurang terkoordinasi dengan Koorkom sebagai perwakilan pengurus cabang dalam menyelesaikan persoalan
intern di wilayah koordinasinya (lihat AD HMI), dan Follow Up Pasca Basic Training yang
tidak berjalan sebagai mana mestinya.
Maka dari
inventarisasi problem tersebut Bidang Pembinaan
Anggota HMI Koorkom UI-PNJ memformulasikan problem solving yang terimplementasi
dengan program kerja yang ada. Untuk mengatasi semakin minimnya mahasiswa UI-PNJ maka Bidang Pembinaan Anggota mencoba memformulasikan dengan share perkaderan yang kemudian menghasilkan rumusan
strategi perkaderan yang ideal dengan tidak menghilangkan kultur yang ada di
tiap-tiap komisariat, untuk mengatasi Basic Training yang kurang
terkoordinasi maka Bidang Pembinaan Anggota membuat
rapat koordinasi antar komisariat yang diwakilkan oleh bidang Penelitian,
Pengembangan dan Pembinaan Anggota (P3A) yang kemudian menyelenggarakan Basic Training dengan koordinasi yang cukup baik.
Untuk mengatasi follow up pasca basic yang tidak berjalan maka Bidang
Pembinaan Anggota mengajak Komisariat-Komisariat
di UI dan PNJ untuk
bersama-sama menyelenggarakan Follow Up (Up Grading) Bersama Komisariat
Se-UI dan PNJ.
Demikian laporan pertanggungjawaban ini kami sampaikan,
besar harapan kami menjadi pelajaran bagi kader-kader berikutnya.
Billahi
taufiq wal hidayah.
Wassalamu’alaikum,
wr., wb.
Langganan:
Komentar (Atom)
