Jumat, 23 September 2016

Gerak pada hewan

A. Sistem Gerak Invertebrata
Hewan invertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Hewan invertebrata meliputi filum Porifera, Coelenterata, Mollusca, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Echinodermata, dan Arthropoda. Bagaimana sistem gerak hewan invertebrata tersebut? Hewan invertebrata ada yang memiliki rangka hidrostatik dan ada juga yang memiliki rangka eksoskeleton berupa cangkang atau penutup tubuh.
1. Rangka hidrostatik
Rangka hidrostatik merupakan cairan yang dibalut oleh rangkaian otot dalam organisme tertentu. Adanya rangka hidrostatik memungkinkan gerakan peristaltik oleh kontraksi otot yang ritmik dari kepala sampai ekor. Contoh hewan yang memiliki sistem rangka hidrostatik adalah cacing pipih, cacing gilig, annelida, dan coelenterata (Cnidaria).
2. Eksoskeleton
Eksoskeleton merupakan rangka yang terdapat di luar tubuh berupa kulit yang keras yang tersusun dari zat tanduk. Eksoskeleton dapat berupa cangkang dan kulit keras yang menutupi seluruh tubuh organisme.
a. Cangkang merupakan eksoskeleton yang tidak menutupi seluruh tubuh hewan. Banyak ditemukan pada filum molusca seperti gastropoda dan bivalvia.
b. Kulit penutup merupakan eksoskeleton yang menutupi seluruh permukaan tubuh hewan. Kulit penutup akan diganti secara periodik sesuai pertumbuhan organisme. Peristiwa ganti kulit ini disebut ekdisis. Contohnya pada Arthropoda yang mencakup kelompok serangga, udang, kalajengking dan laba-laba. Saat terjadi ganti kulit organisme akan terlihat pucat dan bertubuh lunak. Tetapi, tak lama kemudian kutikula atau lapisan kulit yang baru mengeras dan menggantikan kulit yang lama.
B. Sistem Gerak Vertebrata
Hewan vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata dikelompokkan menjadi Pisces, Amfibi, Reptilia, dan Aves, dan Mamalia.
1. Sistem Gerak pada Pisces
Pisces atau ikan merupakan hewan yang hidup di dalam air, baik itu air tawar maupun air laut. Bernapas menggunakan insang. Tubuh ikan dilengkapi dengan sirip-sirip yang membantu ikan saat berenang dan menjaga keseimbangan tubuh. Rangka sumbu tubuh ikan berfungsi sebagai tempat melekatnya otot-otot pergerakan. Fungsi lain dari rangka untuk melindungi organ dalam.
2. Sistem Gerak pada Amfibi
Amfibi merupakan hewan yang dapat hidup di air dan di darat. Contoh amfibi adalah katak. Rangka katak tersusun dari tiga kelompok tulang yaitu tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak. Katak dapat melompat dengan baik karena tungkai belakangnya panjang dan memiliki otot yang sangat kuat.
3. Sistem Gerak pada Reptilia
Hewan kelompok kelas reptilia mempunyai ciri-ciri antara lain hewan berdarah dingin, memiliki empat kaki atau tidak memiliki kaki, beradaptasi untuk hidup di darat, namun ada pula yang hidup di air, dan kulit bersisik.
Rangka reptilia berfungsi menopang tubuh. Tengkorak reptilia memanjang dan terdapat tulang yang memisahkan lubang hidung dan rongga mulut. Dua ruas pertama tulang belakang membuat gerakan kepala reptilia lebih leluasa. Contoh reptil adalah ular, komodo dan buaya.
4. Sistem Gerak pada Aves
Kelompok kelas Aves mempunyai ciri-ciri berdarah panas, bernapas dengan paru-paru, dibantu dengan pundi-pundi udara. Anggota gerak depan berkembang dan berfungsi sebagai sayap, anggota gerak belakang berkembang sebagai kaki.
Burung memiliki dua otot yang bekerja secara berlawanan. Pada saat burung mengepakkan sayapnya, bulu bulu akan menutup dan akan membuka ketika sayap terangkat.
Tulang burung ringan tapi kuat sehingga burung dapat terbang dengan baik. Jumlah tulang tengkorak sedikit, tetapi burung air mempunyai tulang padat. Hal ini bertujuan agar burung dapat menyelam ke dalam air. Rangka burung ditiru manusia untuk membuat pesawat yang dapat terbang di udara.
5. Sistem Gerak pada Mamalia
Mamalia merupakan anggota vertebrata yang tubuhnya ditutupi rambut. Mamalia betina mempunyai kelenjar susu yang berkembang. Mamalia memiliki sistem rangka dan otot. Anggota gerak pada mamalia berfungsi untuk berjalan, memegang, atau berenang. Pada jari-jarinya terdapat kuku dan cakar.

Kamis, 22 September 2016

Gerak pada tumbuhan

A. Gerak Endonom
Gerak endonom atau disebut juga gerak autonom merupakan gerakan tumbuhan yang disebabkan rangsangan dari dalam tubuh tumbuhan. Contohnya gerak aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata. Contoh lainnya adalah pecahnya kacang polong-polongan saat kering.
B. Gerak Etionom
Gerakan etionom merupakan gerakan tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar tumbuhan. Rangsangan ini berupa cahaya, air, sentuhan, gravitasi, suhu, dan zat kimia. Gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, nasti, dan taksis. Ayo cermati uraiannya berikut.
1. Gerak Tropisme
Tropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsang, baik yang menjauhi atau menuju arah datangnya rangsang. Jika arah gerak mendekati rangsang disebut tropisme positif. Sebaliknya, jika menjauhi arah rangsang disebut tropisme negatif. Tropisme dibedakan menjadi empat sebagai berikut.
a. Fototropisme
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya (kata kunci: foto=cahaya). Contoh fototropisme positif adalah gerakan tunas menuju cahaya. Sedangkan, akar merupakan fototropisme negatif karena menjauhi cahaya.
b. Geotropisme
Geotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan adanya rangsang berupa gravitasi bumi (kata kunci: geo=bumi). Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar menuju pusat bumi. Sedangkan, pertumbuhan tunas merupakan geotropisme negatif.
c. Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang berupa air (kata kunci: hidro=air). Contoh hidrotropisme positif adalah pertumbuhan akar menuju daerah yang berair atau basah.
d. Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang disebabkan rangsang berupa sentuhan (kata kunci : thigma=sentuhan). Contohnya adalah gerak membelit ujung batang atau sulur tanaman ercis, mentimun, anggur, markisa, atau semangka.
2. Gerak Nasti
Gerak nasti adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan sebagai reaksi terhadap rangsang dari luar. Arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak nasti terjadi karena perubahan tekanan turgor tumbuhan. Gerak nasti dibagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
a. Fotonasti
Fotonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh perubahan intensitas cahaya. Contohnya adalah gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari.
b. Haptonasti
Haptonasti adalah gerak nasti pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh sentuhan serangga.
c. Termonasti
Termonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh perubahan intensitas panas. Contohnya mekarnya bunga tulip saat suhu meningkat.
d. Niktinasti
Niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan kondisi gelap. Contohnya gerak menutupnya daun lamtoro atau turi karena cahaya gelap kemudian membuka kembali saat matahari terbit.
e. Seismonasti
Seismonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang sentuhan atau getaran. Contohnya menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat disentuh.
f. Nasti Kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus seperti kadar CO2, temperatur dan kadar ion Ca. Contohnya membuka atau menutupnya stomata atau mulut daun.
3. Gerak Taksis
Gerak taksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat karena adanya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangnya, taksis dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
a. Fototaksis
Fototaksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat disebabkan adanya rangsang berupa cahaya. Misalnya gerakan Euglena viridis yang selalu mendekati cahaya.
b. Kemotaksis
Kemotaksis adalah gerak tumbuhan yang berpindah tempat disebabkan adanya rangsang berupa zat kimia. Contohnya gerak spermatozoid tumbuhan paku dan lumut menuju arkegonium karena terdapat zat gula.

Rabu, 21 September 2016

Gerak Lurus Berubah Beraturan

1. Definisi gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda dengan lintasan garis lurus dan memiliki kecepatan yang setiap saat berubah.
2. Percepatan dan perlambatan
Gerak benda yang mengalami percepatan disebut gerak lurus berubah beraturan dipercepat, sedangkan gerak yang mengalami perlambatan disebut gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
Grafik hubungan antara besar kecepatan (v) dengan waktu (t) pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) ditunjukkan pada gambar berikut:
Rumus kecepatan pada GLBB adalah:

vt = vo + at
Dimana :
vt = kecepatan setelah waktu t sekon
vo = kecepatan saat t = 0 sekon
a = percepatan (tanda +) atau perlambatan (tanda -)
Grafik hubungan antara besar jarak (s) dengan waktu (t) pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) ditunjukkan pada gambar berikut:
Rumus jarak pada GLBB adalah:

s = Vo+1/2 at
 
Percepatan atau perlambatan pada GLBB adalah konstan. Untuk percepatan a bertanda (+) untuk perlambatan a bertanda (-)
Hubungan antara kecepatan, waktu dan jarak adalah:
vt2 = vo2 + 2as

Selasa, 20 September 2016

Gerak Lurus Beraturan

1. Gerak
Gerak adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda terhadap titik acuan tertentu. Gerak juga dapat dikatakan sebagai perubahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu. Suatu benda tidak dapat dikatakan bergerak jika kedudukan atau posisinya tidak berubah meskipun telah diberikan gaya atau usaha.
2. Jarak dan perpindahan
Jarak didefinisikan sebagai panjang seluruh lintasan yang ditempuh. Sementara perpindahan merupakan jarak dan arah dari kedudukan awal ke kedudukan akhir atau selisih kedudukan akhir dengan kedudukan awal. Jarak merupakan besaran skalar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor.
3. Kecepatan dan kelajuan
Kecepatan merupakan perpindahan yang ditempuh tiap satuan waktu, sedangkan kelajuan didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Kecepatan merupakan besaran vektor, sedangkan kelajuan merupakan besaran skalar. 

Kelajuan = jarak (m) / waktu (s)
Kecepatan = perpindahan (m) / waktu (s)

Setelah memahami konsep dasar tersebut, kita telah siap untuk mempelajari tentang gerak lurus beraturan (GLB). Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap dikatakan melakukan gerak lurus beraturan. Jadi, syarat benda bergerak lurus beraturan apabila gerak benda menempuh lintasan lurus dan kelajuan benda tidak berubah. Pada gerak lurus beraturan, benda menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama pula. Sebagai contoh, mobil yang melaju menempuh jarak 2 meter dalam waktu 1 detik, maka satu detik berikutnya menempuh jarak 2 meter lagi, begitu seterusnya. Dengan kata lain, perbandingan jarak dengan selang waktu selalu konstan atau kecepatannya konstan. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.

v = s/t
dimana,
v = kecepatan (m/s)
s = jarak (m)
t = waktu (s) 

Secara grafik dapat digambarkan sebagai berikut.
Titik acuan adalah O yaitu posisi awal sebelum benda bergerak. Jika benda sudah memiliki jarak tertentu terhadap acuan, maka rumus di atas menjadi:
s = so + vt
v = kecepatan (m/s)
s = jarak yang ditempuh (m)
so = posisi awal (m)
t = waktu (s)

Senin, 19 September 2016

Sistem dan Fungsi Rangka Manusia

Coba kamu tekan pergelangan tanganmu. Kamu akan menemukan bagian yang keras. Bagian yang keras tersebut adalah tulang. Apa fungsi tulang bagi tubuhmu? Kamu dapat bergerak dan berdiri karena ada tulang yang menyusun rangka tubuhmu. Apa saja tulang-tulang yang menyusun rangka? Untuk lebih mengetahui tentang sistem gerak pada manusia, mari cermati uraian berikut.
A. Rangka Tubuh
Pergerakan pada manusia terjadi karena adanya sistem rangka dan sistem otot. Rangka dapat digerakkan karena ada otot yang melekat pada rangka. Oleh karena itu, rangka disebut sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.
Rangka memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai alat gerak pasif, menunjang tegaknya tubuh, memberi bentuk tubuh dan melindungi alat-alat tubuh dalam yang vital. Selain itu, sebagai tempat pembentukan sel-sel darah merah dan sebagai tempat penimbunan mineral. Mari amati sistem rangka di bawah ini.
 
                                                        Gambar 1. Sistem Rangka Manusia
Rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua macam, yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikular. Skeleton aksial disebut juga skeleton sumbu yang meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk, sedangkan skeleton apendikular terdiri atas tungkai atas dan tungkai bawah.
1. Tulang Aksial
Skeleton aksial meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk. Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah, semuanya berfungsi untuk melindungi otak, mata dan telinga bagian dalam, sedangkan tulang belakang terdiri atas 26 ruas, masing-masing 24 ruas tulang belakang, 1 ruas tulang ekor, dan 1 ruas tulang kemaluan. Tulang belakang berfungsi menyangga tengkorak dan sebagai tempat melekatnya tulang rusuk.
2. Tulang Apendikular
Tulang apendikuar terdiri atas tulang anggota gerak atas (tungkai atas) dan tulang anggota gerak bawah (tungkai bawah).
a. Tungkai Atas
Tungkai atas dikenal juga sebagai anggota gerak atas yang terdiri dari tulang selangka (clavicle), tulang belikat (scapula), tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius), tulang pergelangan tangan (carpals), tulang telapak tangan (metacarpals), dan tulang jari (phalanges). Dengan adanya tungkai atas ini, kamu dapat mengangkat benda, menulis, dan melambai.
b. Tungkai Bawah
Tungkai bawah dikenal juga sebagai anggota gerak bawah yang terdiri dari tulang pinggul (pelvic), tulang paha (femur), tulang tempurung lutut (patella), tulang betis (fibula), tulang kering (tibia), tulang pergelangan kaki (tarsals), tulang telapak kaki (metatarsals), dan tulang jari kaki (phalanges). Dengan adanya tungkai bawah ini kamu bisa berjalan, berlari, menendang bola, dan lain-lain.
B. Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuk tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh dapat dibagi menjadi empat macam yaitu tulang pipa, pipih, dan tulang pendek dan tulang tidak berbentuk.
1. Tulang Pipa
Tulang pipa merupakan tulang yang terbentuk bulat, memanjang seperti pipa, dan bagian tengahnya berlubang. Tulang pipa terdiri atas tiga bagian, yaitu kedua ujung tulang (epifis), bagian tengah (diafisis), dan cakraepifisis (antara epifisis dan diafisis). Di dalam tulang pipa terdapat sumsum merah tempat pembuatan sel darah merah. Contohnya tulang paha dan tulang lengan.
2. Tulang pipih
Tulang pipih memiliki bentuk gepeng dan tipis. Contohnya tulang belikat, tulang duduk, sternum dan tulang tengkorak.
3. Tulang pendek
Tulang pendek memiliki bentuk seperti dadu. Contohnya pada ruas-ruas pergelangan tangan dan kaki.
4. Tulang tak berbentuk
Selain ketiga bentuk di atas, terdapat tulang tak berbentuk. Contohnya tulang wajah dan ruas tulang belakang.
C. Jaringan Tulang
Jaringan tulang dibagi menjadi dua macam yaitu jaringan tulang rawan dan tulang keras. Apa perbedaan antara jaringan tulang rawan dan tulang keras? Kamu akan mengetahuinya setelah membaca uraian berikut.
1. Jaringan Tulang Rawan
Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) dan matriks. Kondrosit berasal dari kondroblas (sel-sel tulang rawan muda). Matriks (kondrin) yang dibentuk diantara kondrosit banyak mengandung jaringan kolagen atau hialin dan sedikit mengandung zat kapur, sehingga tulang rawan bersifat lentur (elastis).
Tulang rawan terdiri atas tiga macam yaitu tulang rawan hialin, elastik dan fibrosa.
a. Tulang Rawan Hialin
Tulang rawan hialin memiliki sifat lentur, berwarna putih kebiruan, mengandung serat-serat kolagen dan kondrosit. Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, dan cuping hidung.
b. Tulang Rawan Elastis
Tulang rawan elastis memiliki bentuk yang hampir sama dengan tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis dapat kita temukan pada daun telinga, tuba eustachius (pada telinga) dan laring.
c. Tulang Rawan Fibrosa
Tulang rawan fibrosa banyak mengandung bundel-bundel serat kolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang rawan ini berfungsi memberikan sokongan dan sebagai proteksi. Pada orang dewasa tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu cuping hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (costal cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antarruas tulang belakang dan pada cakra epifisis.
2.Tulang Keras (osteon)
Kumpulan unit dasar tulang keras disebut dengan sistem Haversi. Sistem ini tersusun dari saluran haversi yang terdapat pembuluh darah, lakuna tempat osteosit berada dan lapisan konsentris yang merupakan matriks. Tulang keras banyak mengandung zat kapur (kalsium) dan sedikit mengandung zat perekat. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang ini disebut osifikasi.
D. Gangguan Tulang
Berikut ini merupakan gangguan tulang yang sering terjadi.
1. Rakhitis merupakan penyakit tulang menjadi yang menyebabkannya rapuh karena kekurangan vitamin D. Penderita gangguan ini memiliki tulang kaki berbentuk X atau O.
2. Hidrosefalus adalah kelainan yang di sebabkan oleh pengumpulan abnormal cairan spinal dan terjadi pelebaran rongga otak sehingga kepala membesar.
3. Mikrosepalus adalah kelainan yang disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan tulang tengkorak karena kekurangan zat kapur pada waktu bayi. Hal ini menyebabkan kepala menjadi kecil.
4. Osteoporosis adalah gangguan tulang karena reabsorpasi bahan tulang terhambat akibatnya tulang menjadi keropos. Hal ini disebabkan oleh kekurangan hormon kelamin pria atau wanita.
5. Gangguan pada tulang belakang
Gangguan pada tulang terjadi karena kedudukan tulang belakang bergeser dari kedudukan normal. Kelainan pada tulang belakang ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
a. Kifosis, jika tulang punggung melengkung ke belakang sehingga penderita kelihatan bungkuk
b. Skoliosis, jika tulang belakang melengkung ke arah samping sehingga badan tampak melengkung ke kiri atau ke kanan.
c. Lordosis, jika tulang belakang melengkung kedepan yang menyebabkan kepala tertarik ke belakang.

Jumat, 16 September 2016

Pengamatan teknologi sederhana memanfaatkan struktur tumbuhan

Berdasarkan sifatnya, jaringan tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
Jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan muda yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat embrional. Jaringan ini ditemukan pada ujung akar, ujung batang, dan kambium.
Jaringan dewasa
1. Jaringan epidermis, merupakan jaringan paling luar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Fungsi utamanya melindungi jaringan yang berada di bawahnya.
2. Jaringan parenkim, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis dan tempat menyimpan air serta cadangan makanan.
3. Jaringan penyokong, fungsi utamanya adalah menguatkan beberapa bagian tubuh tumbuhan. Jaringan ini terdiri atas kolenkim dan sklerenkim.
Kolenkim merupakan jaringan penyokong pada tumbuhan herba atau tumbuhan muda yang sedang mengalami pertumbuhan. Sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang sel-selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin atau zat kayu.
4. Jaringan pengangkut, berperan dalam pengangkutan zat. Jaringan ini terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air, garam mineral, dan unsur hara dari akar ke seluruh jaringan tumbuhan. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
5. Jaringan gabus, tersusun atas sel-sel gabus. Fungsinya melindungi jaringan lain yang berada di bawahnya agar tidak terlalu banyak kehilangan air.
Tumbuhan tersusun atas organ-organ utama, yang terdiri atas akar, batang, dan daun.
Akar
Akar berfungsi menambatkan tubuh tumbuhan pada tempat hidupnya, sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, menyerap air dan garam mineral yang terdapat di dalam tanah, dan membantu menegakkan batang.
Gambar Penampang Akar Tanaman
Struktur luar akar terdiri atas tudung akar (kaliptra), meristem, batang akar, dan rambut akar. Jaringan penyusun akar terdiri atas bagian-bagian berikut.
1. Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi akar. Sel epidermis yang terletak di belakang titik tumbuh akar dapat tumbuh membentuk rambut akar.
2. Korteks tersusun atas sel-sel mempunyai banyak ruang antarsel untuk proses pertukaran zat.
3. Sel endodermis yang masih muda dinding selnya tipis. Seiring dengan bertambahnya umur tumbuhan, sel-selnya ada yang mengalami penebalan dan tampak seperti titik-titik gabus. Penebalan ini dikenal dengan sebutan pita kaspari.
4. Silinder pusat atau stele merupakan bagian yang paling dalam dari akar. Jaringan ini terdiri atas: perisikel atau perikambium, fungsinya membentuk cabang akar, berkas pembuluh angkut, terdiri atas xilem dan floem, dan jaringan parenkim, merupakan jaringan yang paling dalam pada akar.
Batang
Fungsi batang, antara lain, menegakkan berdirinya tumbuhan, serta sebagai tempat perlintasan air dan garam mineral dari akar ke daun. Dari luar ke dalam, batang dikotil terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Lapisan terluar dari silinder pusat disebut perisikel. Ikatan pembuluh pada silinder pusat terdiri atas xilem dan floem.
Gambar Penampang Batang
Daun
Daun merupakan organ tumbuhan tempat berlangsungnya fotosintesis. Daun monokotil tulangnya tersusun sejajar atau melengkung. Daun dikotil menjari atau menyirip. Daun tersusun atas jaringan epidermis, parenkim, dan ikatan pembuluh. Beberapa epidermis daun mengalami modifikasi menjadi sel stomata. Parenkim dapat dibedakan menjadi dua, yaitu parenkim palisade dan parenkim bunga karang.
Gambar Penampang Daun
Bunga
Bagian utama bunga terdiri atas bagian-bagian berikut.
1. Tangkai bunga, merupakan bagian yang berada di bawah bunga. Fungsinya sebagai penopang bunga.
2. Kelopak, merupakan bagian yang berfungsi melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup.
3. Mahkota (perhiasan bunga) pada tumbuhan dikotil biasanya berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya. Pada tumbuhan monokotil jumlahnya 3 atau kelipatannya.
4. Benang sari (alat kelamin jantan pada bunga) tersusun atas kepala sari (anthera), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari.
5. Putik (alat kelamin betina pada bunga). Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik, bakal buah dan bakal biji.
Dasar bunga, merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain.
Berdasarkan bagian-bagiannya, bunga dibedakan menjadi:
1. bunga lengkap (bunga yang memiliki mahkota, kelopak, putik, dan benang sari); dan
2. bunga tidak lengkap (bunga yang tidak memiliki satu atau beberapa dari bagian bunga lengkap).
Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi:
1. bunga sempurna, yaitu bunga yang mempunyai putik dan benang sari; dan
2. bunga tidak sempurna, yaitu bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, putik saja atau benang sari saja.
Buah
Buah berasal dari bakal buah yang berkembang setelah melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Buah berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan. Buah dapat dibedakan menjadi berikut.
1. Buah tunggal dihasilkan dari satu bakal buah yang berisi satu biji atau lebih dan berasal dari satu bunga.
2. Buah ganda, yaitu buah yang dihasilkan dari satu bunga yang mempunyai banyak bakal buah. Tiap bakal buah tersebut tumbuh menjadi buah tersendiri, terlepas, akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah.
3. Buah majemuk dihasilkan dari banyak bunga dan bakal buah.
Berdasarkan jenisnya, buah dapat dibedakan menjadi seperti berikut.
1. Buah sejati, yaitu buah yang dihasilkan dari bakal buah.
2. Buah semu, yaitu buah yang dihasilkan dari jaringan yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga.
Biji
Bagian utama penyusun biji adalah sebagai berikut.
1. Bagian luar, ketika biji masak, bagian luar ini dapat menjadi tebal dan keras seperti pada kelapa atau tipis seperti kertas seperti pada kacang tanah.
2. Bagian dalam (endosperma) kaya akan minyak nabati dan protein yang diperlukan untuk tumbuh kembang tumbuhan.
3. Embrio, merupakan calon individu baru yang juga dikenal dengan sebutan lembaga.

Kamis, 15 September 2016

Struktur daun pada tumbuhan

A. Fungsi Daun
1. Tempat terjadinya fotosintesis.
2. Tempat untuk respirasi (pernapasan).
3. Tempat transpirasi (penguapan), terjadi apabila kelabihan air yang dikeluarkan melalui daun dalam bentuk uap air.
4. Alat perkembangbiakan vegetatif, contoh : tumbuhan cocor bebek.
B. Morfologi Daun
1. Berwarna hijau karena mengandung klorofil.
2. Bagian daun : helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun.
3. Bentuk daun berdasarkan tepi daun : rata (daun nangka, rambutan, dll), bergerigi (daun sidaguri).
4. Berdasakan tulang daun:
- Tumbuhan dikotil : tulang daun menyirip, contohnya daun durian, mangga, dan tulang daun menjari contohnya daun ubi/Manihot uttilisima
- Tumbuhan monokotil : tulang daun melengkung, contohnya : daun padi, jagung, atau tulang daun sejajar.
C. Anatomi Daun
Berikut ini merupakan struktur anatomi daun dari lapisan atas ke bawah.
1. Epidermis Atas
Jaringan epidermis atas berfungsi untuk melindungi bagian atas daun. Tersusun dari satu lapis sel dan tidak memiliki ruang antarsel serta megandung lapisan lilin/kutikula yang berfungsi untuk mencegah penguapan secara berlebihan. Modifikasi epidermis dapat membentuk trikoma (berbentuk rambut, duri, dan bintang). Epidermis bagian atas memiliki stomata sebagai tempat pertukaran gas (oksigen dan karbondioksida). Pada tumbuhan air, stomata terletak di bagian atas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan. Contohnya pada tumbuhan lotus dan enceng gondok.
2. Mesofil Daun (Daging Daun)
Jaringan mesofil daun (daging daun) merupakan jaringan dasar yang terletak diantara epidermis atas dan bawah. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Jaringan mesofil dan terdiri dari dua jaringan penyusun. Masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut.
a. Jaringan Tiang (Palisade)
Jaringan palisade berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Selnya berbentuk silindris, tegak, tersusun rapat, mengandung kloroplas lebih banyak daripada jaringan spons. Tidak terdapat pada daun tumbuhan monokotil.
b. Jaringan Spons (Bunga Karang)
Jaringan spons (bunga karang) memiliki sel yang berbentuk sembarang, memiliki ruang antarsel, mengandung sedikit kloroplas. Fungsi dari jaringan spons (bunga karang) adalah sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis seperti jaringan tiang.
3. Berkas Pengangkut
Berkas pengangkut terletak di bagian tulang daun dan jaringan bunga karang/spons. Berkas pengangkut berupa xylem (pembuluh tapis) yang berfungsi untuk mengangkut zat hara, air, dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, sedangkan floem (pembuluh kayu) mengangkut/mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
4. Epidermis Bawah
Epidermis bawah tersusun dari selapis sel. Terdapat stomata pada bagian bawah daun, khusus pada tumbuhan yang hidup di darat.
Untuk lebih memahami anatomi maupun morfologi daun, lihat dan perhatikan gambar penampang melintang daun di bawah ini!
                                          Gambar 1. Struktur Anatomi Daun
D. Hal-hal yang menyebabkan larutan garam mineral naik ke bagian daun
1. Tekanan Akar
Berlangsung secara osmosis dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Paling tinggi terjadi pada malam hari.
2. Daya Kapilaritas
Pembuluh di akar, batang dan daun saling berhubungan membentuk pembuluh kapiler. Kapilaritas terjadi karena gaya adhesi dan kohesi. Gaya adhesi terjadi antara dinding xylem dengan molekul air, sedangkan gaya kohesi terjadi antara molekul air.
3. Daya Isap Daun sebagai akibat dari Penguapan
Daya isap menyebabkan air dalam saluran ikatan pembuluh naik ke daun.
4. Pengaruh Sel Hidup